Polda Monitor Bantuan Sosial Covid-19 Gowa

Ilustrasi. (int)

FAJAR.CO.ID, GOWA — Penggunaan dana Covid-19 di Dinas Sosial (Dissos) Gowa mencurigakan. Polda Sulsel mulai melakukan monitoring.

Kasubdit Tipikor Polda Sulsel, Kompol Rosyid Hartanto, mengatakan, terkait penggunaan dana Covid-19 di Dissos Gowa memang punya rencana untuk diselediki. Namun, belum ada laporan masyarakat.

“Kalau ada yang bikin dumas (pengaduan masyarakat), kita akan masuk. Pasti laporannya akan kita tindak lanjuti. Saat ini dimonitor dulu,” kata Rosyid, Selasa, 18 Agustus.

Untuk itu bebernya, pihaknya masih menunggu laporan dari masyarakat. “Diluar itu, kasus penyelidikan dugaan penyalahgunaan dana Covid di RSUD ini terus berlanjut. Sisa memeriksa pihak ketiga yang di Jakarta dan hasil investigasi BPK untuk kelanjutan kasusnya,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Gowa, Kamsinah, mengatakan, tim pemeriksa penggunaan dana Covid-19 di Dissos masih bekerja. Semuanya masih di lapangan, mengkroscek penggunaan anggarannya.

“Kemarin saya suruh pantau pertanggung jawabannya. Nanti saya tanya timnya. Karena masih sementara berproses. Belum selesai itu,” kata Kamsinah.

Ia mengaku, bahwa dana Covid-19 yang dikelola Dissos Gowa cukup besar. Nilainya sekitar Rp20 miliar lebih.

Peruntukannya untuk pembelian paket sembako yang berikan ke masyarakat terkena dampak. “Saya akan coba cek sebentar, sejauh mana pemeriksaannya,” imbuhnya.

Penggunaan dana Covid-19 di Dissos dianggap mencurigakan oleh anggota DPRD Gowa. Sebab, datanya belum dibagikan.

“Data itu harusnya dipublikasikan ke masyarakat,” kata Ketua Komisi III DPRD Gowa, Nasaruddi Sitakka.

Sepengetahuannya, dana Covid-19 tersebut digunakan untuk membeli paket sembako sebanyak Rp50 ribu paket. Hanya saja, isi paket sembakonya belum diketahui. “Siapa saja penerimanya kan tidak diketahui. Jadi agak sulit menjelasan ke masyarakat,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Dinsos Gowa, Syamsuddin Bidol, mengatakan, data penggunaan dana Covid-19 tidak ada yang ditutupi. “Penggunaannya kan sedang dalam pemeriksaan Inspektorat,” katanya.

Untuk itu, ia menyerahkan sepenuhnya kepada inspektorat melakukan pemeriksaan. “Jadi sekali lagi tidak ada ditutupi,” imbunya. (ans/dir/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...