Presiden Dikudeta Tentaranya Sendiri, Awalnya Persoalkan Masalah Gaji

Presiden Mali, Ibrahim Boubacar Keïta

FAJAR, MALI – Presiden Mali, Ibrahim Boubacar Keïta dan Perdana Menteri Boubou Cissé ditahan oleh tentaranya sendiri di kamp militer dekat ibu kota Bamako.

Tentara Mali telah menahan presiden negara itu, serta perdana menteri dan pejabat tinggi lainnya dalam upaya kudeta.

Kemarahan tentara Mali diduga tentang gaji dan konflik yang terus berlanjut dengan para jihadis serta ketidakpuasan di tengah masyarkat yang meluas dengan Presiden Keïta.

Pemberontakan terhadap pemerintahan Mali Itu, dipimpin oleh Kolonel Malick Diaw (wakil kepala kamp Kati) dan komandan lainnya, Jenderal Sadio Camara, Abdoul Ba dari BBC Afrique di Bamako melaporkan.

Mereka berhasil mengambil alih kamp, ​​sekitar 15 km (sembilan mil) dari Bamako, para pemberontak berbaris di ibu kota, di mana mereka disemangati masyarakat yang berkumpul untuk menuntut pengunduran diri Presiden Keïtas.

Pada Sore harinya mereka menyerbu kediaman sang Preaiden dan menangkap presiden dan perdana menterinya.

Putra presiden, Ketua Majelis Nasional, menteri luar negeri dan keuangan dilaporkan termasuk di antara pejabat lain yang ditahan.

Beberapa laporan mengatakan pemberontakan itu dipicu oleh perselisihan tentang gaji tentara.

Kamp Kati juga menjadi fokus pemberontakan pada tahun 2012 oleh tentara yang marah atas ketidakmampuan komandan senior untuk menghentikan jihadis dan pemberontak Tuareg menguasai Mali utara.

Komentar

Loading...