Sekolah Mulai Terapkan Belajar Tatap Muka, Menteri PPPA: Tergantung Kesiapan Anak

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), I Gusti Ayu Bintang Puspayoga. (baju hitam)

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Beberapa sekolah di Indonesia mulai menerapkan belajar tatap muka. Diketahui pembelajaran offline tersebut hanya diperuntukkan bagi daerah yang dinyatakan masuk dalam zona hijau.

Namun hal itu mendapat tekanan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), I Gusti Ayu Bintang Puspayoga.

Menurutnya sebelum melakukan proses belajar tatap muka, beberapa persiapan harus diperhatikan. Termasuk, kata dia, kesiapan dari anak itu sendiri.

Selain tergantung dari kesiapan anak, kesiapan orang tua untuk memberikan edukasi kepada anak juga sangat dibutuhkan.

“Kalau anaknya kelas 3 SD kan belum mandiri, makanya edukasi yang intens itu harus diberikan. Edukasi berupa harus pakai masker, tidak boleh saling tukar masker, kalau anak-anak kelas 3 SD ke bawah kan sangat rentan,” jelasnya, Rabu (19/8/2020).

Tidak hanya itu, sarana dan prasarana pendukung dalam proses belajar mengajar tatap muka harus diperhitungkan matang-matang, agar tidak menimbulkam cluster baru.

“Banyak hal yang harus diperhatikan, tidak hanya sarana prasarana di sekolah tapi seperti kendaraannya, karena tidak semua anak yang akan belajar offline memiliki kendaraam sendiri apalagi situasi sulit seperti ini, bisa saja mereka pakai kendaraan umum dan ini harus di perhatikan,” bebernya.

Meski begitu, I Gusti Ayu mengaku pihak PPPA akan melakukan perlindungan secara intens kepada anak-anak dan perempuan di Indonesia khususnya di Sulsel dengan membangun komunikasi dan koordinasi serta sinergitas yang dibangun bersama Pemda dan seluruh elemen masyarakat. (Anti/fajar)

Komentar

Loading...