Sikapi KAMI, Ini Saran IPW terhadap Jokowi

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) mendeklarasikan gerakannya di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/8). Foto: Fathan Sinaga/JPNN

FAJAR.CO, JAKARTA – Pemerintahan Presiden Jokowi, terutama TNI dan Polri, tidak perlu khawatir terhadap terbentuknya KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) yang telah dideklarasikan Selasa (18/8) kemarin.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengingatkan jangan sampai ada tindakan represif aparat terhadap tokoh-tokoh KAMI.”Pemerintah Jokowi dengan aparatur TNI Polri-nya tidak perlu menanggapi kehadiran KAMI dengan sikap represif,” kata Neta S Pane kepada JPNN.com, Rabu (19/8).

Neta mengatakan apa dilakukan tokoh-tokoh yang tergabung dalam KAMI adalah wujud dari hak berdemokrasi anak-anak bangsa yang dijamin undang-undang.

Menurut Neta, sikap kritis dan mengkoreksi sikap, perilaku, dan kinerja jajaran pemerintahan adalah bagian dari kepedulian anak-anak bangsa terhadap bangsa ini maupun rakyat Indonesia.

“Pemerintah santai dan slow saja menanggapinya, toh KAMI bukan akan menjadi milisi sipil seperti di beberapa negara Afrika atau menjadi Taliban di Afghanistan, tetapi KAMI hanya sebuah gerakan intelektual sipil yang peduli dengan bangsa ini,” paparnya.

Neta menjelaskan di era Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono, sejumlah tokoh termasuk dirinya pernah mendirikan MKRI (Mejelis Kedaulatan Rakyat Indonesia).

Menurut Neta, pemerintah SBY sempat khawatir MKRI akan melakukan gerakan perlawanan, sehingga saat akan melakukan demo, aparat keamanan menurunkan panser militer dan Polri di sejumlah titik Ibu Kota Jakarta.

Komentar

Loading...