Cegah Penularan Gelombang Kedua Covid-19, Selandia Baru Turunkan Militer

Tentara Selandia Baru dibantu petugas kepolisian tengah melakukan pemeriksaan terhadap warga yang berada di luar rumah (DAVID ROWLAND / AFP)

FAJAR.CO.ID — Penularan Covid-19 gelombang kedua memaksa beberapa negara menerapkan kebijakan lebih ketat. Selandia Baru salah satunya. Mereka memperketat penjagaan di perbatasan dan hotel-hotel tempat karantina.

Ada 500 personel militer tambahan yang dikerahkan untuk mengawasi area tersebut. Dengan tambahan itu, kini ada 1.200 anggota militer yang ditugaskan menangani Covid-19.

Itu adalah operasi terbesar yang dilakukan negara tersebut sejak mereka menerjunkan pasukan ke Timor Leste pada 1999.

’’Meningkatkan keamanan adalah langkah yang kami yakini berguna,’’ terang Menteri Kabinet Megan Woods yang bertanggung jawab atas fasilitas karantina.

Dilansir Agence France-Presse, ada 32 tempat karantina yang dijaga secara berkala. Pun demikian dengan pelabuhan-pelabuhan di perbatasan. Tes Covid-19 pada ratusan staf pelabuhan juga dilakukan untuk mencegah penularan lebih lanjut.

Meski begitu, pemerintah mengakui bahwa bagaimanapun pengamanan tak bisa benar-benar sempurna. Terlebih, bakal ada sekitar 40 ribu penduduk yang pulang dari luar negeri.

Penambahan personel itu diambil setelah pemerintah menuai kritik akibat terjadinya lonjakan kasus lagi. Sumber penularan lokal itu hingga saat ini belum diketahui dan masih diselidiki.

Pekan lalu Auckland terpaksa di-lockdown selama dua pekan untuk mengontrol klaster yang baru ditemukan. Sebelumnya selama 102 hari tidak ada kasus lokal di negara yang dipimpin Perdana Menteri Jacinda Ardern tersebut.

Komentar

Loading...