Darah Kita, Inovasi Pemuda Indonesia untuk Tingkatkan Minat Lakukan Donor

IST

FAJAR.CO.ID — Kebutuhan Darah di Indonesia 3,2 juta kantong darah per tahun, tetapi hanya dapat terpenuhi 65% dari kebutuhan darah tersebut. Faktor inilah yang mendasari banyaknya pesan berantai di sosial media ketika keluarga pasien tidak mendapatkan darah untuk keluarganya.

Hal ini diperparah oleh fakta bahwa pendonor rutin di Indonesia mayoritas usia 40 tahun ke atas. Kurangnya edukasi dan kesadaran pada generasi muda di Indonesia menjadi faktor utama hal tersebut

Darah Kita yang merupakan finalis Young Changemakers Social Entreprises Academy 2.0 by @america mengadakan webinar dengan tema “More Blood, More Life”. Webinar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda di Indonesia untuk dapat menjadikan donor darah sebagai gaya hidup sehat dan membantu Indonesia memenuhi kebutuhan darah Nasional.

Webinar ini menghadirkan pembicara yang berkompeten di bidangnya, yang merupakan perwakilan dari PMI dan Generasi muda yang berkutat dengan kegiatan donor darah dan Kesehatan. Dr Syamsu Rizal MI, yang merupakan Ketua PMI Kota Makassar menjadi perwakilan Palang Merah Indonesia.

Ada juga Rahmat Widodo yang merupakan Influencer muda dan Founder dari @diarypmr dan Zulkarnaim Masyhur, S.Kom., M.T, CEO Darah Kita. Selain itu, Ada juga Rebecca Olivia Perwakilan dari AMSA Indonesia sekaligus Founder Kidung Pelita Nusantara.

“Semoga generasi muda di Indonesia makin banyak yang mendonorkan darahnya secara rutin, sehingga tidak ada lagi orang-orang yang meninggal karena kekurangan darah. Donor darah tidak hanya untuk membantu orang lain, tetapi juga bermanfaat untuk diri sendiri,” ujar Deng Ical, sapaan akrab Ketua PMI Kota Makaassar.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...