Dituding Jebak Dubes Palestina, Begini Pembelaan Din Syamsuddin

Din Syamsuddin, saat deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia alias KAMI di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (18/8). Foto: Ricardo

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Salah satu deklarator Aksi Menyelamatkan Indonesia atau KAMI, Din Syamsuddin dituding menjebak Duta Besar (Dubes) Palestina, Zuhair al Shun agar hadir dalam deklarasi KAMI, Selasa (18/8).

Din dituduh sengaja mengaburkan undangan deklarasi KAMI yang ditujukan kepada Dubes Palestina.

Tudingan bahwa Din menjebak Dubes Palestina mencuat setelah Dubes Zuhair al Shun memberi klarifikasi bahwa pihaknya mengira deklarasi KAMI merupakan perayaan HUT ke-75 RI, bukan acara politik.

Menanggapi tudingan itu, Din Syamsuddin mengatakan, ada kesalahpahaman dari pihak Kedutaan Besar Palestina dalam memahami undangan.

Hal itu dikatakan Din usai menghubungi Zuhair al Shun untuk mengklarifikasi undangan tersebut.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengatakan Dubes Palestina tidak membaca undangan itu secara seksama.

Menurut Din, ada tiga acara yang digelar sekaligus yang disampaikan dalam undangan tersebut.

Din mengatakan, Dubes Palestina tidak membaca detail undangan itu karena melihat sosok Din Syamsuddin sebagai sahabat, di mana Din adalah Ketua Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina.

“Tadi saya sudah menelepon Dubes Palestina. Rupanya ada kesalahpahaman. Beliau tidak baca seksama undangan, tapi begitu melihat nama saya, beliau langsung berniat hadir saja karena menganggap saya sahabat (sebagai Ketua Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina),” ujar Din Syamsuddin saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (19/8).

Komentar

Loading...