Jerinx SID Ditahan, Fahri Hamzah: IDI Tidak Boleh Baper

Jerinx SID

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Politikus Fahri Hamzah turut berkomentar soal kasus hukum Jerinx SID yang ditahan akibat dugaan pencemaran nama baik terhadap Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Dia menduga ada pihak-pihak yang sengaja menginginkan Jerinx SID dijebloskan ke tahanan.

“Saya kalau melihat perdebatannya sudah kayak gini, sumir sudah ini. Laporan dan proses ini sudah jadi sumir sehingga saya melihat enggak masalah hukumnya lagi, jadi ini adalah masalah lain di luar itu,” kata Fahri Hamzah saat menjadi bintang tamu Hot Room Metro TV, baru-baru ini.

“Ada kemungkinan orang-orang yang berkepentingan (menginginkan) saudara Jerinx itu dipenjara, yang bermain di belakang layar, itu yang lebih mungkin. Dari mana pun itu kan tinggal angkat telepon itu,” sambungnya.

Mantan Wakil Ketua MPR itu menilai IDI sebagai institusi tidak layak melaporkan Jerinx SID terkait pencemaran nama baik. Apalagi, menurut Fahri Hamzah, IDI yang merupakan institusi besar bisa saja berbuat salah.

“Saya menganggap institusi tidak relevan mengadu atas pencemaran nama baik, pencemaran nama baik itu alamatnya individu apalagi SARA, SARA itu primordial, sesuatu yang kita bawa sejak lahir. Kalau ini institusi, institusi memang bisa berbuat salah pak, apalagi institusinya besar, masa kesalahan di Bali harus ditanggung yang pusat, bagaimana kalau di tempat lain kemudian enggak setuju karena perbedaan prilaku institusi, apalagi institusi negara,” beber pria 48 tahun itu.

Fahri Hamzah beranggapan kasus Jerinx SID dengan IDI bukan sebuah persoalan hukum. Menurutnya, institusi negara tidak boleh memberi contoh dengan mengorbankan warga negara, tetapi harus menjurubicarai tentang permasalahan yang ada agar masyarakat paham.

“Jadi IDI kalau ada yang menyerang, juru bicaranya keluar, dia jelaskan kepada masyarakat enggak begitu caranya, begini posisi IDI secara institusi, begini kami bekerja dengan WHO, begini kami berkordinasi, luas lah pemahaman publik,” beber politisi Partai Gelora itu.

Selain itu, Fahri Hamzah menyebut negara harus melindungi kebebasan berbicara. Termasuk dalam kasus Jerinx SID yang mengkritik IDI sebagai ‘kacung WHO’ dalam unggahan di Instagram.

Freedom of speech dalam negara demokrasi harus dilindungi dalam negara, supaya ada fasilitasi antara warga negara menggunakan mulutnya di dalam bertukar pikiran,” imbuhnya.

Fahri Hamzah mengatakan IDI seharusnya tidak terbawa perasaan dengan kritikan Jerinx SID. Apalagi IDI sebagai institusi mewakili banyak orang.

“Dokter kan individu, IDI kan sebagai institusi, tidak boleh baper (terbawa perasaan) begitu karena mewakili banyak orang. Jangan-jangan ada juga dokter yang anggota IDI ini gembira dengan Jerinx itu, karena dengan cara itu dia membuka banyak hal merupakan aspirasi dokter juga,” lanjut Fahri Hamzah. (ded/jpnn)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...