Pekan Depan,4 Pintu Pendakian Rinjani Dibuka

SEGERA DIBUKA : Suasana area perkemahan di Pos Pendakian Rinjani, jalur Sembalun Lombok Timur beberapa waktu lalu. (Zulhakim/Lombok Post)

Sementara jalur pendakian Senaru dimulai dari Jebak Gawah Senaru sampai Pelawangan Senaru dan Danau Segara Anak, dengan kuota maksimal 45 pengunjung per hari.

Kemudian jalur pendakian Aik Berik, dimulai dari Jebak Gawah Aik Berik sampai Pelawangan Aik Berik, dengan kuota maksimal 30 orang per hari.

Sedangkan jalur pendakian Timbanuh dari pintu masuk Timbanuh sampai Pelawangan Timbanuh, dengan kuota maksimal 30 orang pengunjung per hari.

”Para pendaki wajib melakukan booking online melalui aplikasi eRinjani yang dapat diunduh di Playstore,” imbuhnya.

Pembukaan jalur pendakian, kata Dedy, telah mendapat izin Direktur Jenderal KSDAE Kementerian LHK. Balai TNGR juga telah mendapatkan rekomendasi pembukaan kegiatan pariwisata dari bupati LombokTengah, Lombok Timur, dan Lombok Utara.

TNGR juga memperoleh sertifikat cleanliness, healthy, safety, and environment (CHSE) dari Pemprov NTB sebagai destinasi wisata yang lulus uji kelayakan implementasi protokol kesehatan.

Untuk menjamin keamanan pendakian, Balai TNGR menggelar pelatihan evakuasi bagi tim evakuasi Edelweis Medical Health Centre (EMHC) bekerja sama dengan KUN Humanity System. ”Pelatihan ini guna mendukung kelancaran evakuasi pengunjung,” jelasnya.

Balai TNGR menjamin aktivitas pendakian menerapkan protokol Covid-19 secara ketat. Protokol itu diterapkan mulai pintu masuk, saat di lokasi wisata, sampai keluar pintu wisata.

Pakai Masker

Wisatawan diwajibkan menggunakan masker, membawa hand sanitizer/sabun cair, trash bag, menjaga jarak minimal satu meter, membawa surat keterangan bebas Covid-19 bagi pendaki dari luar NTB, atau bebas gejala influenza bagi pendaki dari Pulau Lombok.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...