Pekan Depan,4 Pintu Pendakian Rinjani Dibuka

SEGERA DIBUKA : Suasana area perkemahan di Pos Pendakian Rinjani, jalur Sembalun Lombok Timur beberapa waktu lalu. (Zulhakim/Lombok Post)

Insiden membeludaknya pendaki di bukit Sempana dan insiden Propok, Sembalun menjadi pelajaran. Pemerintah akan menggandeng aparat keamanan untuk mengawasi pendakian.

Jika terjadi insiden yang mengganggu, melanggar SOP dan membahayakan pengunjung, jalur pendakian tidak segan-segan ditutup. ”Penyelenggaraan aktivitas pendakian akan dievaluasi secara berkala,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB H Lalu Mohammad Faozal dalam pertemuan itu menjelaskan, pemerintah tidak mau penularan virus terjadi di destinasi wisata. ”Kalau di Rinjani seperti itu kejadiannya (Propok) kita tutup lagi, tidak bisa lagi mereka mendaki,” katanya.

Bagi pengunjung yang tidak pakai masker, mereka dilarang mendaki. ”Kami akan minta mereka kembali,” tegasnya.

Pembukaan pendakian, lanjut Faozal, sudah melalui persiapan matang. Prinsip-prinsip CHSE harus dijalankan untuk menjamin keamanan. ”CHSE ini menjadi acuan bagi taman nasional,” imbuhnya.

Faozal berharap, pembukaan pendakian kembali menggairahkan pariwisata NTB. Tapi saat ini, target kunjungan bukan wisatawan mancanegera, melainkan wisatawan lokal. ”Penggerakan pariwisata kita fokus pada wisatawan domestik,” katanya.

”Rinjani akan menjadi penentu bangkitnya pariwisata kita di masa pandemi,” tambahnya.

Sejak gempa 2018, pembukaan pendakian belum bisa maksimal. Meski dibuka tahun lalu, namun tidak sampai puncak. Kondisi itu berdampak pada warga yang menggantungkan hidup di sana.

Gunung Rinjani yang merupakan Unesco Global Geopark (UGG) Rinjani-Lombok dan Cagar Biosfer Rinjani Lombok menyerap tenaga kerja 1.731 orang porter dan guide, serta dan 131 trekking organizer.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...