Pekan Depan,4 Pintu Pendakian Rinjani Dibuka

SEGERA DIBUKA : Suasana area perkemahan di Pos Pendakian Rinjani, jalur Sembalun Lombok Timur beberapa waktu lalu. (Zulhakim/Lombok Post)

Wisata Non Pendakian Ditambah

Selain pendakian, Balai TNGR juga kembali membuka destinasi wisata alam non pendakian baru dan menambah kuota pengunjung di delapan destinasi yang dibuka sebelumnya.

Berdasarkan surat Dirjen KSDAE Nomor: S.660/KSDAE/PJLHK/KSA.3/7/2020, Balai TNGR meningkatkan kuota kunjungan di delapan destinasi menjadi 50 persen dari kuota normal. ”Pada pembukaan tahap satu dulu kuotanya hanya 30 persen,” jelas Kepala Balai TNGR Dedy Asriady.

Delapan destinasi itu yakni Otak Kokok Joben kuota maksimal 325 pengunjung per hari. Telaga Biru 220 orang, Air Terjun Jeruk Manis 200 orang, Gunung Kukus 150 orang, Timbanuh dengan objek wisata berupa Air Terjun Mayung Polak maksimal 100 pengunjung. Kemudian Sebau 36 orang, Savana Propok 250 orang, dan Air Terjun Mangku Sakti maksimal 150 orang per hari.

Balai TNGR juga membuka kunjungan wisata alam non pendakian baru dengan kuota 30 persen dari kuota normal. Antara lain Treng Wilis dengan kuota maksimal 150 pengunjung per hari. Bendungan Ulem-Ulem dengan kuota maksimal 150 pengunjung per hari.

Selanjutnya Tangkok Adeng dengan kuota maksimal 225 pengunjung per hari. Bukit Gedong dengan kuota maksimal 150 pengunjung per hari. Serta bukit Malang dengan kuota maksimal 75 pengunjung per hari.

Secara keseluruhan ada 13 destinasi wisata alam non pendakian dibuka dari 17 destinasi yang ada di kawasan TNGR. (ili/r6)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...