Pengurus DPD I Golkar Sulsel Belum Rampung, TP Langgar Komitmen Hasil Musda

Ketua Panitia Musda Golkar Sulsel, Muhammad Risman Pasigai

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Penentuan komposisi atau struktur kepengurusan baru di internal DPD I Golkar Sulsel periode 2020-2025 menuai kritikan.

Hal itu dibuktikan dengan lewatnya tenggang waktu yang disepakati atau diputuskan melalui hasil musda, yakni sepekan pasca ditetapkan Taufan Pawe sebagai Ketua Golkar Sulsel terpilih di Hotel Sultan Jakarta 8 Agustus lalu.

Hingga memasuki hari ke 12 pasca musda, Taufan bersama tim formatur, masing-masing Muhiddin Said (Perwakilan DPP), Farouk M Betta (DPD II), Abdillah Natsir (DPD II, dan Imran Tenri Tatta (Perwakilan Hadta Karya dari AMPG) tak kunjung memenuhi komitmen yang telah diputuskan.

Untuk itu, mantan Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD I Golkar Sulsel, Muhammad Risman Pasigai angkat bicara dan menyebut bahwa Taufan Pawe Cs telah melanggar keputusan hasil Musda yang telah disepakati bersama.

“Ini bisa menjadi preseden baruk bagi Ketua Golkar Sulsel terpilih dan tim formatur yang dibentuk, karena kesepakatan yang diputuskan bersama dari hasil musda ternyata dilanggar,” tegas Risman dalam saat dikonfirmasi, Kamis (20/8/2020).

Selain itu, Risman yang bertindak sebagai OC atau ketua panitia pelaksanaan Musda ke 10 Golkar Sulsel di Jakarta 6 sampai 8 Agustus lalu mengatakan, salah satu dasar, alasan penyelenggara belum merampungkan laporan hasil musda secara garis besar untuk dilaporkan ke DPP karena persoalan kepengurusan baru periode 2020-2025 yang belum final dan diputuskan oleh Tuafan Pawe Cs.

Komentar

Loading...