Tahap Uji Klinis Obat Covid-19 Masih Panjang

Kamis, 20 Agustus 2020 06:30

Grafis tahapan pengembangan obat Covid-19 (BPOM)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Harapan masyarakat mendapatkan obat Covid-19 yang benar-benar tepat masih harus menunggu tahapan uji klinis selesai.

Sementara Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) masih memberikan koreksi pada hasil uji klinis tim peneliti Universitas Airlangga (Unair) bersama Badan Intelejen Negara (BIN) dan TNI AD.

Lalu setelah koreksi selesai dilakukan, kapan obat tersebut akan bisa diproduksi massal dan diedarkan?

Dalam data BPOM, alur tahapan pengembangan obat dari mulai uji klinis hingga registrasi obat siap edar di antaranya,

  • Uji Non-Klinis pada HewanPercobaan sintesis dilakukan lalu diteruskan dengan uji non klinis in vitro dan in vivo pada hewan.
  • Persetujuan Uji KlinisPeneliti menyusun protokol dan dokumen uji klinis. Lalu mengikuti kajian etik. Selanjutnya BPOM mengeluarkan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinis.
  • Uji Klinis Fase I, II, IIIFase I dilakukan pada pasien sehat.

Fase II dilakukan pada subjek sakit, khasiat dan keamanan obat.

Fase III dilakukan pada pasien sakit dalam jumlah yang lebih besar.

Bagikan berita ini:
6
8
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar