Video ‘Pengkhianat Politik’ Sempat Viral, Danny: Saya Justru Diuntungkan

Mantan Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto.

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Publik tentu belum lupa dengan munculnya rekaman video Danny Pomanto secara telanjang merendahkan partai Nasdem berikut elite politik di dalamnya.

Percakapan virtual itu terjadi saat Danny Pomanto meminta Nurdin Halid memasangkan putranya, Andi Zunnun, menjadi wakilnya dengan harapan dukungan Golkar diberikan kepadanya.

Video tersebut seketika viral. Danny Pomanto sebagai bakal calon Walikota Makassar terpojok. Berselang beberapa hari kemudian, Danny Pomanto resmi diusung Nasdem plus Gerindra berpasangan dengan Fatmawati Rusdi.

Dalam program Talk in News fajar.co.id, Danny mengungkap adanya upaya pembusukan karakter terhadap dirinya yang direncanakan secara sistemis bahwa dirinya sebagai pengkhianat politik.

Danny mengklarifikasi bahwa video viral tersebut tidak bisa dijadikan patokan, karena video itu telah dipotong-potong alias tidak lengkap.

“Yang jeleknya disebar, yang baik-baik disimpan. Saya tidak tertarik dengan materi videonya, tapi bagaimana ini direkam dan direncanakan sebagai pengkhianatan politik. Itu yang menarik,” tegas Danny.

Mantan Walikota Makassar 2014-2019 itu justru diuntungkan dengan tersebarnya video itu. Bukannya malah merusak hubungannya dengan NasDem, tapi justru sebaliknya. Begitu juga dengan masyarakat, banyak yang menganggap tersebarnya video itu punya niat buruk dan terbukti gagal.

“Saya justru bersyukur dengan tersebarnya video itu. Karena merupakan bagian dari pengujian hubungan kita (Danny-Nasdem). Alhamdulillah video itu justru membuat hubungan kita tambah kuat, tambah bersahabat. Bisa dilihat Partai Nasdem memperjuangkan kami bersama 200 lebih komunitas turun ke lapangan,” urainya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...