Banser NU Meradang Gara-gara Dedengkot HTI, Begini Kronologinya

ILUSTRASI. ANGGUH: Salah satu anggota Banser perempuan unjuk aksi mematahkan sejumlah balok cor sekaligus di apel kebangsaan pembukaan Susbanpim Angkatan ke-V Banser di TCW, Pandaan, kemarin. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

FAJAR.CO.ID, JATIM — Ketua PC GP Ansor Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Saad Muafi membeberkan kronologi ratusan anggota Banser setempat menggerebek rumah seseorang yang dituding sebagai dedengkot Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Ratusan Banser meradang setelah Ketua PAC GP Ansor Rembang Gus Zainul menerima informasi bahwa seseorang pemilik akun Abdul Halim di Facebook telah menghina ulama NU Habib Luthfi bin Yahya, Rabu (19/8).

“Akun atas nama Abdul Halim yang kemudian diketahui beralamat di Rembang (Pasuruan, red) menulis status di mana isinya mengandung penghinaan terhadap NU dan khususnya kepada Habib Luthfi bin Yahya,” ucap Muafi melalui layanan pesan kepada jpnn.com, Jumat (21/8).

Muafi lantas berkoordinasi dengan Kasat Korcab Banser Pasuruan Hariono. Hasil koordinasi itu ialah melakukan Ansor harus melakukan tabayun secara langsung kepada Abdul Halim.

Berikutnya pada Kamis (20/8) dini hari, tepatnya pukul 00.12, Hariono selaku Kasat Korcab Banser secara resmi mengeluarkan instruksi via WhatsApp Group kepada jajarannya untuk berkumpul dan melaksanakan apel pada pukul 09.00 WIB.

Sekitar pukul 10.00 WIB, Muafi bergerak memimpin aksi tabayun ke rumah Abdul Halim di Rembang dengan dikawal sekitar 150 Banser. Pukul 10.30 WIB, rombongan tiba di tujuan dan bertemu langsung dengan Abdul Halim.

“Dalam tabayun itu Abdul Halim mengakui semua apa yang dituduhkan PC GP Ansor Bangil bahwa akun itu memang benar miliknya. Status itu juga dia yang menulis,” ungkap Muafi.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar