Biaya Umrah Dipastikan Naik, Ini Harapan Amphuri ke Pemerintah

Pengurus Amphuri

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kenaikan PPN di Arab Saudi dipastikan akan berefek pada melonjaknya tarif umrah. Travel penyelenggara umrah berharap ada bantuan pemerintah.

Ketua DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah (Amphuri) Sulampua, Azhar Gazali, menuturkan, saat ini memang rencana pembukaan kembali penyelenggaraan umrah masih penuh ketidakpastian. Sementara sudah dipastikan biaya umrah bakal membengkak nanti. Tarif PPN di Arab Saudi sudah dinaikkan hingga 20 persen yang berefek ke biaya umrah.

“Jadi kenaikan tarif umrah ya tidak bisa dihindari. Termasuk yang batal berangkat tentu harus menambah biaya lagi. Itu keputusan Arab Saudi, bukan keinginan kita. Ini kita harap pemerintah bisa ikut memberikan informasi yang tepat kepada jemaah,” bebernya.

Situasi pandemi diakuinya tentu berefek besar karena akan high cost. Seperti pesawat yang dibatasi jumlah penumpang, hotel yang juga mungkin nanti dibatasi jumlah penghuni kamar, bus yang diisi hanya separuh kapasitas. Ini semua akan membuat biaya bertambah.

“Kondisi-kondisi ini tentu harus kita pahami. Apalagi kita yang datang ke tanah suci, ada regulasi di sana yang mengatur,” tuturnya.

Namun, pihaknya berharap pemerintah Indonesia bisa memberikan stimulus. Ada program-program yang minimal bisa menekan tambahan biaya. Misalnya diterapkan wajib swab ke tanah suci yang biayanya tentu mahal.

“Kalau pemerintah Indonesia bisa memberikan subsidi tentu akan sangat membantu jemaah. Apalagi bila sampai menggratiskan biaya swab ini luar biasa. Terlebih bisa dibilang kita travel sudah sangat kesulitan. Banyak yang mesti diversifikasi usaha. Beruntung jemaah yang menarik dananya terhitung minim,” jelasnya.

Diakuinya, memang perlu segera duduk bersama yang dipimpin pemerintah sebagai regulator. Bila keran umrah sudah dibuka, tentu akan ada ledakan. Apalagi jemaah mayoritas tidak menarik dananya dan tetap menunggu kepastian kapan umrah mulai dibuka.

“Ya, perlu segera ada kesiapan. Sambil tetap berharap bisa segera dibuka. Tentu ini bergantung juga kepada upaya pemerintah Arab Saudi mengendalikan kasus covid-19 di sana. Termasuk apakah Arab Saudi mau menerima jemaah umrah asal Indonesia yang kasus covid masih terus bertambah,” tukasnya. (fik)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...