Buku Meretas Jalan Menjadi Guru Inspirasi, Basri Angkat Inovasi Guru di Tengah Pandemi Covid-19

Jumat, 21 Agustus 2020 11:19
Belum ada gambar

Peluncuran dan beda buku Meretas Jalan Menjadi Guru Inspirasi karya M Basri. (Anti/fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Buku karya mantan Plt Kepala Dinas Pendidikan Suslel, Basri dilaunching dan dibedah di Graha Pena, lantai 4, Jalan Urip Sumoharjo, Jumat (21/8/2020).

Dalam sambutannya, Basri mengatakan buku judul “Meretas Jalan Menjadi Guru Inspirasi” ini, terinspirasi dari dinamika pendidikan di Sulawesi Selatan, salah satunya di tengah pandemi Covid 19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia.

“Saya buka internet dan lihat masalah pandemi ini bagaimana guru melakukan inovasi. Bagaimana menciptakan guru yang harus melakukan pembelajaran adaptif dan menyenangkan,” ucap Kabid Pembinaan Pendidikan Khusus/Layanan Khusus Bahasa dan Sastra Disdik Sulsel ini.

Ia mengaku tagline pembelajaran adaptif dan menyenangkan, perlu diterapkan di tengah pandemi saat ini. Lantaran, situasi dapat berubah-ubah dan bersifat dinamis.

“Kita tidak tahu bahwa kita akan berhadapan dengan situasi pandemik dan mau tidak mau kita harus siap. Guru tidak boleh mengatakan tidak mau mengajar karena corona atau guru mengatakan tidak paham IT karena situasi ini sifatnya berubah ubah,” bebernya.

Kendati dinamika pendidikan di Sulsel masih carut-marut, Basri menuturkan tenaga pendidik dan siswa mendapat manfaat dengan adanya wabah Covid 19.

Seperti, kata dia, tenaga pendidik dan siswa dilatih lebih kreatif, inovatif dan mengerti akan perkembangan teknologi.

Lebih jauh, Basri menuturkan pada 3 hingga 4 bulan kedepan, pihaknya akan kembali melaunching buku dengan tema revolusi pembelajaran.

Diketahui dalam kegiatan peluncuran dan bedah buku meretas jalan menjadi guru inspirasi dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Prof Muhammad Jufri, Mantan Rektor UNM, Prof. DR. H. Arismunandar M.pd, akademisi, Prof. DR. Muhammad Yunus, Ketua Dewan Pendidikan Sulsel, DR. Adi Suryadi Culla, Ketua Forum Perpus Lorong Desa Sulsel, Bachtiar Adnan Kusuma S.Sos M.M dan beberapa pemerhati pendidikan. (Anti/fajar)

Bagikan berita ini:
6
5
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar