Dilaporkan Saudaranya, 3 Anak Kandung Sekap Ibunya 10 Tahun

ILUSTRASI. (int)

FAJAR.CO.ID — Air susu dibalas air tuba. Tiga anak kandung di Bima, NTB, diduga tega membuat ibu kandungnya bernama Habibah menderita hingga meninggal dunia.

Dia telah meninggal pada 20 Juli 2020 lalu. Saat meninggal, tampak tubuhnya membuat hati orang yang melihatnya teriris. Dia sudah bagaikan tulang yang hanya dibalut dengan selembar kulit tipis.

Kurus kerontang, rambut memutih. Ditengarai itu akibat ulah anak kandungnya, bernama Johariah. Dia diduga menyekap ibunya selama 10 tahun hingga mengembuskan napas terakhir.

Dia juga diduga bersekongkol dengan saudaranya bernama Abdul Haris dan Salmah. Abdul Haris adalah mantan lurah di wilayah Jakarta Selatan.

Dugaan awalnya, Johariah dan Abdul Haris ingin menguasai warisan almarhum ayahnya, Hasan Zakariah. Belakangan, rencana jahat mereka diketahui oleh Habibah.

Habibah saat itu hendak membongkar dan menggagalkan aksi jahatnya itu bersama anak-anaknya yang lain, bernama Nurul Kamari, Nurjannah, Mariani, dan Farid.

Namun sayang, Habibah bersama empat anaknya itu justru kalah dan tidak bisa apa-apa. Malah akses komunikasi antara Habibah dan anaknya justru diputus oleh Johariah, Abdul Haris, dan Salmah.

“Selain ibuku, kakak saya (Nurjannah) itu juga mendapat perlakuan yang sama, bahkan ironisnya kakak saya mengalami depresi berat dan mengaku selalu lihat darah mengalir di dingin rumah maupun sekolah,” kata Saleha Hasan Zakariah, anak kandung almarhumah.

“Kakak saya yang kedua ini (Johariah) menyekap ibu saya sejak 2009. Makan, minum, dan keluar saja dilarang. Ibu saya disiksa perlahan hingga meninggal,” sambung Ela, sapaan akrabnya.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polres setempat dengan laporan penyekapan. Namun sayang, sudah 10 bulan pasca melapor, kasus ini justru mandek di kepolisian.

Laporan itu diketahui bernomor STTLP/K/571/C/2019/NTB/Res Bima Kota yang ditandangani oleh Kanit SPKT, Aiptu M Taher pada 3 Oktober 2019.

“Saya masih tidak terima aksi penyekapan ini terhadap ibu oleh kakak saya yang jahat itu,” katanya dengan suara geram.

“Tidak disiksa fisiknya (Habibah). Psikologinya yang dirusak karena dia mengatakan akan (diancam) dibunuh,” tutupnya. (ishak/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...