Dua Oknum Polisi Peras WN Jepang,  Begini Respons Mabes Polri

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis memohon maaf kepada seluruh masyarakat apabila sampai saat ini ekspektasi masyarakat terhadap Polri belum maksimal (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Mabes Polri angkat suara terkait dua anggotanya Aipda MW dan Bripka PJ diduga melakukan pemerasan kepada Warga Negara (WN) Jepang di Jembrana, Bali. Polri memastikan tidak mentolerir perbuatan mereka.

“Polri sudah mengambil tindakan tegas terhadap Oknum Polri tersebut,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8).

Polri pun secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas perilaku oknum nakal aparat. Dia berharap peristiwa seperti di Jembrana tidalk lagi terulang.

“Masyarakat silahkan melaporkan manakala ada tindakan oknum seperti di Jembrana,” jelas Argo.

Sebelumnya, viral sebuah video pendek yang memperlihatkan dua orang oknum anggota polisi memeras Warga Negara (WN) Jepang. Kasus tersebut dikabarkan terjadi dk Jembrana, Bali. Dalam video terlihat sekelompok anggota polisi menggelar razia disebuah jalan.

Lantas memberhentikan WN Jepang yang mengendarai sepeda motor matic warna hitam. Oknum polisi tersebut kemudian memeriksa kelengkapan surat-surat milik pengemudi.

Polisi tersebut kemudian menyatakan lengkap surat-surat tersebut. Namun, menganggap WN Jepang itu bersalah karena tidak menghidupkan lampu utama. Pria asing itu pun terima dianggap bersalah oleh aparat.

Permasalahan muncul ketika oknum polisi tersebut malah meminta uang Rp 1 juta untuk membolehkan korban kembali melanjutkan perjalan. Awalnya korban hanya memberikan uang Rp 100 ribu, namun oknum polisi kembali menegaskan uang yang dimintanya adalah Rp 1 juta.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar