Gde Siriana: KITA Terjebak Retorik Kekuasaan, Dikira KAMI Musuh

Gde Siriana

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sehari setelah deklarasi Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI), giliran gerakan moral Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) dideklarasikan.

Gerakan yang dibuat mantan relawan Jokowi-Amin di Pilpres 2019 itu dipertanyakan salah satu deklarator KAMI, Gde Siriana Yusuf.

Dia menilai, gerakan itu adalah kelompok yang tak bisa lepas dari kungkungan penguasa.

Ia juga menyatakan bahwa orang-orang yang membentuk KITA itu terjebak dalam retorik dan permainan kekuasaan yang mengganggap KAMI sebagai musuh.

“Sehingga kelompok ini mengedepankan sikap yang defensif,” ujar Gde Siriana kepada RMOL, Kamis (20/8/2002).

Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (INFUS) ini juga menilai, gerakan tersebut berbeda dengan gerakan KAMI.

Ia menyatakan, gerakan yang dimotori Din Syamsuddin itu bersikap proaktif dan antisipatif pada situasi yang tengah dihadapi negara saat ini maupun ke depannya.

Bahkan menurut Gde Siriana, jika dilihat dari pemilihan kata singkatan yang dirangkai oleh kelompok ini terkesan dipaksakan dibanding KAMI.

Terlebih dengan penggunakan kata ‘KITA’ yang dianggap sebagai tandingan ‘KAMI’.

“Padahal makna KAMI sendiri bukan sebagai kami ‘us’ dalam English, hanya kebetulan saja singkatannya jadi KAMI,” jelasnya.

Dengan demikian, katanya, terlihat jelas bagaimana makna KITA sangat dipaksakan sebagai tandingan.

“Jadi responnya pembentuk KITA jauh dari konteksnya,” ujar dia.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...