KKB Kali Kopi Diketahui Kuasai 10 Pucuk Senjata Api

Jumat, 21 Agustus 2020 09:14

Kapolres Mimika AKBP IGG Era Adhinata dan Dandim 1710 Mimika Letkol Inf Yoga Cahya Prasetya menunjukkan senjata api lara...

FAJAR.CO.ID, PAPUA — Kepala Kepolisian Resor Mimika Papua AKBP IGG Era Adhinata menyebut, kelompok kriminal bersenjata (KKB) wilayah Timika yang bermarkas di Kali Kopi diketahui memiliki lebih dari 10 pucuk senjata api. Mereka dalam struktur organisasi TPNPB-OPM masuk dalam Komando Daerah Pertahanan (Kodap) III.

”Kekuatan mereka tidak bisa dianggap remeh. Mereka punya lebih dari 10 pucuk. Apalagi mereka didukung kekuatan tambahan dari kelompok bersenjata yang lain seperti KKB Lekagak Telenggen dan lain-lain. Mereka sementara ini, kita ketahui masih berada di wilayah Tembagapura,” kata Era Adhinata seperti dilansir dari Antara di Timika.

Kapolres Mimika mengatakan, helikopter yang hendak mengevakuasi personel ditembaki oleh KKB dari area ketinggian. Saat itu, tim gabungan TNI dan Polri selesai melakukan operasi penegakan hukum terhadap KKB Kali Kopi dan menembak mati salah satu pimpinannya bernama Hengky Wanmang pada Minggu (16/8) pagi.

”Helikopter tersebut tidak sempat kembali ke Kali Kopi dan sejumlah personel yang tidak sempat dievakuasi terpaksa harus berjalan kaki selama dua hari baru sampai di Timika,” terang Era Adhinata.

Adapun senjata api dan amunisi yang dipunyai KKB diketahui selain merupakan hasil rampasan, sebagian juga didatangkan dari luar negeri. Selain itu, mereka juga memiliki senpi dan amunisi sisa kerusuhan bernuansa SARA di Ambon, Maluku pada era 2000-an, dan sebagian lagi didapatkan dari oknum anggota.

”Kami pernah mengamankan oknum anggota TNI dan Polri yang terlibat penjualan amunisi untuk dipasok ke kelompok KKB. Dari segi bisnis tentu menggiurkan karena harga satu butir amunisi sekitar Rp 200 ribu. Saya bersama Dandim Mimika sudah berkomitmen siapapun oknum anggota yang terindikasi terlibat menjual senpi dan amunisi akan kita tindak tegas. Itu sudah kita buktikan,” kata Era Adhinata.

KKB diketahui mendapatkan dana untuk membeli perbekalan senpi dan amunisi tersebut dengan cara mendulang butiran emas di area pembuangan pasir sisa konsentrat atau limbah tailing PT Freeport Indonesia mulai dari wilayah Tembagapura hingga ke dataran rendah Mimika.

”Selain itu, kelompok separatis bersenjata tersebut juga mendapatkan pasokan dana dari para pendukung dan simpatisan,” ujar Era Adhinata. (jpc/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI