Mahfud MD: Memangnya Mengapa Sih Kalau Berpolitik?

Mahfud MD dan Rizal Ramli bertemu santai hari ini. Foto: Instagram Rizal Ramli

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kemunculan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) turut menuai kritik. Adapula yang menuding mereka melakukan gerakan politik melalui pembentukan koalisi tersebut.

Menanggapi itu, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menilai tidak ada yang salah ketika KAMI dianggap berpolitik. “Anehnya, ada yang membantah dan bilang bahwa KAMI tidak berpolitik,” kata dia, Jumat (21/8).

Mahfud menyebut, tidak ada yang salah ketika suatu kelompok berpolitik. Sebab, konstitusi Indonesia yang menganut sistem demokrasi juga membolehkan untuk hal itu.

“Memangnya mengapa sih kalau berpolitik? Itu kan bukan hanya boleh, melainkan juga keniscayaan,” ucapnya.

“Yang lucu, sering ada anggota DPR yang bilang, ‘jangan bermain politik di sini’, padahal di DPR memang tempatnya berpolitik. Masa, orang datang ke DPR dilarang berpolitik?,” jelasnya.

Diketahui, sejumlah tokoh hadir untuk memberikan delapan tuntutan kepada pemerintah di Tugu Proklamasi, Selasa (18/8). Mereka adalah, Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo, Refly Harun, Said Didu, Rocky Gerung, Ichsanuddin Noorsy, dan Ahmad Yani.

Mereka menamakan diri sebagai Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Kelompok yang diisi oleh tokoh-tokoh nasional lintas elemen itu mendesak agar ada pembenahan yang serius di pemerintahan pada masa pandemi Covid-19 ini. (jpc/fajar)

loading...
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Komentar

Loading...