MPR: Belajar Daring Tidak Bisa Mengajarkan Adab dan Sopan Santun

ILUSTRASI. (int)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid, meminta pemerintah mengambil terobosan untuk mengantisipasi persoalan pendidikan yang timbul akibat pandemi Covid-19.

Jangan sampai, karena alasan pandemi, peserta didik tidak mendapat materi pelajaran seperti yang seharusnya diperoleh.

Apalagi, kabar yang beredar mengatakan, dari 86 juta peserta didik hanya 30 persen saja yang bisa mengikuti pelajaran jarak jauh.

“Ini mengkhawatirkan, harus diambil terobosan. Pemerintah dalam hal ini Kemendikbud harus memastikan seluruh proses belajar mengajar dimasa pandemi bisa berjalan dengan baik, tidak terkendala apapun,” kata Jazilul Fawaid, Jumat (21/8/2020).

Padahal, sistem belajar jarak jauh yang digalakkan sejak Pandemi kata Gus Jazil belum berjalan lancar. Ada berbagai kendala yang turut menghambat proses belajar mengajar tersebut.

Antara lain, soal ketersediaan signal, peralatan hingga kesiapan kurikulum yang bisa disampaikan secara daring.

“Tiga puluh persen dari 86 juta peserta didik yang ikut pelajaran jarak jauh juga belum aman. Karena tidak ada jaminan mereka mengikuti pelajaran dengan baik. Ada kelelahan, kebosanan atau malah tidur. Belum lagi, sistem belajar jarak jauh tidak bisa mengajarkan adab, sopan santun dan tata Krama. Sehingga mereka belajar tentang nilai-nilai itu dari media yang mereka miliki,” kata Gus Jazil menambahkan.

Karena itu, Gus Jazil meminta Kemendikbud bener-benar bekerja keras untuk menjamin proses belajar berjalan dengan baik. Jangan sampai ada generasi yang tidak belajar.

Komentar

Loading...