Pengamat: Mungkin Publik Memang Menilai Prabowo Tidak Layak

Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto di sela ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7). Foto-Foto dari Biro Pers Sekretariat Presiden

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pengamat politik Warian Yusuf menilai Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, lebih baik tidak usah maju di Pilpres 2024.

Prabowo dianggap lebih baik menjadi seorang king maker daripada ikut bertarung. Prof Warian mengungkap hal tersebut kepada Rakyat Merdeka, Kamis (20/8).

Menurutnya, Prabowo bisa meniru sikap Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Prabowo sudah tiga kali nyalon. Pernah berpasangan dengan Megawati, terus berpasangan dengan Hatta Rajasa dan terakhir sama Sandiaga Salahuddin Uno. Mungkin publik memang menilai Prabowo tidak layak. Buktinya kalah terus. Masa harus kalah untuk keempat kali sih,” ungkap Warian.

Menurut dia, tokoh sekelas Prabowo seharusnya meniru jejak politik dan sikap kenegarawanan Megawati dan SBY.

Mereka berdua kini sebagai king Maker. “Itu jauh lebih elegan,” ujarnya. Lebih baik, Prabowo memberikan kursi capres dan cawapres kepada tokoh-tokoh muda yang potensial.

Saat ini, ada beberapa nama yang disebut-sebut layak diusung sebagai pemimpin masa depan seperti Sandiaga Uno, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, Puan Maharani, AHY, atau Anies Baswedan.

Tokoh muda ini seharusnya dijadikan andalan untuk pilpres nanti. “Estafet diberikan kepada generasi berikutnya saja. Mereka bertarung di Pemilu 2024. Jangan lagi Prabowo, berikan kepada kaum milenial yang layak menjadi pemimpin negara,” jelasnya.

Komentar

Loading...