Preview Sevilla vs Inter Milan: DUEL SELEVEL

Jumat, 21 Agustus 2020 12:32

Julen Lopetegui dan Antonio Conte. (Foto dari BBC)

FAJAR.CO.ID, COLOGNE—Sevilla akan ditantang raksasa Italia, Inter Milan di babak final Liga Europa, dini hari nanti. Status kedua klub sebagai kolektor gelar terbanyak dan performa mereka menuju final membuat ini akan menjadi duel selevel.

Makanya, meski punya rekor 100 persen di partai puncak kompetisi kelas dua Eropa ini, Los Nervionenses, julukan Sevilla tak ingin over confidence. Pelatih Sevilla, Julen Lopetegui mengatakan, sukses mereka merengkuh gelar di lima kesempatan final sebelumnya sudah menjadi masa lalu klub.

Kepada UEFA.com, mantan juru taktik timnas Spanyol itu menegaskan partai kontra Inter adalah tantangan berbeda. “Ini adalah tim baru. Tim yang sama sekali baru dan berbeda, dengan pemain yang berbeda dan manajer yang berbeda. Tentu saja, ada baiknya klub mencapai tahap ini sebelumnya, tetapi saya harus menegaskan bahwa menurut saya itu tidak menguntungkan siapa pun,” tegas Lopetegui.

Bagi Lopetegui, mereka mesti fokus. Tidak ada gunanya melihat ke belakang. “Mereka satu tim dan kami adalah tim lain dan, sejujurnya, inilah yang akan membantu kami fokus. Kami senang bisa bermain di final dan melawan tim seperti Inter dalam kompetisi hebat seperti Liga Europa,” jelasnya.

Sevilla yang tidak terkalahkan dalam 20 laga terakhir punya rekor lumayan bagus menghadapi klub Italia. Dalam 13 pertandingan sebelumnya, mereka menang enam kali. Akan tetapi, ini akan menjadi pertemuan pertama Sevilla dan Nerazzurri di kompetisi Eropa.

“Kami menghadapi tim yang hebat. Kualitas pemain yang mereka miliki sangat luar biasa, dan manajer yang sangat berpengalaman yang telah melatih banyak tim papan atas. Yang saya harapkan adalah pertandingan berkualitas tinggi yang akan menuntut yang terbaik dari kami,” jelasnya.

Walau menyebut Inter sebagai lawan menakutkan, eks pelatih Porto dan Real Madrid itu memastikan dirinya akan berusaha mempersiapkan timnya dengan baik. Menurutnya, laga ini adalah tantang yang bagus dalam perburuan gelar.

“Mereka memiliki pemain top di segala lini, dan gaya permainan mereka tertanam dalam diri para pemain, berkat manajer mereka. Itu mengharuskan kami berada pada batas kami dalam segala hal untuk bersaing dengan mereka. Mereka sangat meyakinkan untuk mencapai final. Jadi, yang perlu kita lakukan adalah bersiap,” papar Lopetegui.

Tidak seperti Sevilla yang bersusah payah menyingkirkan Manchester United di semifinal, Inter relatif mulus. Mereka menang 5-0 atas Shakhtar Donetsk. Dan duet bomber mereka, Romelu Lukaku serta Lautaro Martinez dipatikan akan jadi ancaman paling serius.

Namun, bek Sevilla, Jules Kounde memastikan kesiapan dirinya menghadapi barisan penyerang Si Ular Hitam. Secara khusus, bek tengah berusia 21 tahun tersebut  menyatakan Romelu Lukaku akan menjadi ujian terbesarnya.

“Lukaku adalah salah satu penyerang terbaik di dunia. Dia kuat secara fisik dan bagus dengan bola di kakinya. Dia menggunakan tubuhnya dengan sangat baik dan juga cepat. Kami harus meningkatkan permainan kami.  Membawa trofi kembali ke Seville akan menyenangkan,” ujarnya di situs resmi UEFA.

Menjadi kolektor gelar terbanyak kedua dan punya catatan tak kalah hebat di final, kubu Inter juga tak berani sesumbar. “Ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Kami menghadapi tim dengan pengalaman paling banyak dan yang memenangkan gelar terbanyak selama satu dekade terakhir kompetisi ini,” kata Pelatih Inter, Antonio Conte.

Conte yang akan kehilangan Alexis Sanchez dan Matias Vecino menjelaskan, timnya harus fokus sepanjang laga. Yang tak kalah penting menurutnya, mereka harus memainkan gaya permainan sendiri.

“Kami harus memainkan permainan kami sendiri dengan semangat dan keberanian yang besar, seperti yang telah kami lakukan sejauh ini. Ini final dan hanya tim terbaik yang bisa mencapai final. Jadi kami harus menunjukkan di lapangan bahwa kami yang terbaik jika kami menginginkan trofi ini,” jelas mantan pelatih Chelsea dan Juventus tersebut.

“Kami harus bermain dengan keinginan untuk menang dan membawa trofi itu kembali ke Italia. Sevilla akan memiliki ide yang sama, jadi kami harus menunjukkan bahwa kami adalah tim yang lebih baik. Jika kami tim yang lebih baik, kami akan mengangkat trofi. Jika tidak, kami akan memuji lawan kami,” lanjutnya.

Terakhir kali Inter naik podium Eropa ketika juara Liga Champions UEFA 2009/2010 di bawah José Mourinho. Makanya, Lautaro Martinez yang bermain sangat bagus di semifinal berharap mereka tidak melewatkan kesempatan ini.

“Semoga pertandingan terakhir kami (musim ini) akan menjadi hari yang luar biasa, dan kami akan membawa trofi kembali ke Italia. Kami merasa nyaman di Jerman. Kami sangat fokus dan kami bersiap dengan sangat baik,” kata Martinez.

Penyerang Argentina itu sejak awal sudah berjanji akan mencetak gol di final. “Sebagai catatan pribadi, (Saya ingin) mencoba memenangkan gelar pertama saya bersama Inter, yang akan sangat istimewa. Ini final pertama (bagi saya); itu bisa berarti trofi pertama dalam karier saya,” ucapnya.

Tapi, mimpi juara itu tak membuat Martinez menutup mata pada kekuatan Sevilla. Bagi Martinez, Sevilla merupakan lawan tangguh, tampil menekan, bagus dalam penguasaan bola, serta memainkan sepakbola yang hebat.

“Itulah mengapa mereka mencapai final. Kami harus belajar, berlatih dan mempersiapkan diri seperti yang telah kami lakukan di setiap pertandingan. (Sevilla) mencapai banyak final dan itu artinya mereka tim yang serius, tim yang bermain bagus. Jadi kami akan berhati-hati. Tapi, kami fokus pada pekerjaan kami dan akan bermain seperti yang seharusnya,” ujarnya.

Tanpa cedera baru, kedua klub diprediksi akan turun dengan formasi sama seperti pada babak semifinal. Sevilla akan memainkan formasi 4-3-3 dengan Ever Banega sebagai jenderal di lini tengah. Sedangkan Inter, Conte tidak akan mengutak-atik tim pemenangnya dan akan kembali bermain dengan pola 3-5-2. Marcelo Brozovic dibantu dua bek sayap akan bahu-membahu mengalirkan bola pada Lukaku dan Martinez. (amr)

Prakiraan Pemain

Sevilla (4-3-3): Bounou; Navas, Kounde, Diego Carlos, Reguilon; Banega, Fernando, Jordan; Suso, En-Nesyri, Ocampos

Pelatih: Julen Lopetegui

Inter Milan (3-5-2): Handanovic; Godín, De Vrij, Bastoni; D’Ambrosio, Barella, Brozovic, Gagliardini, Young; Martinez, Lukaku

Road to Final

Sevilla

Fase Grup: Juara Grup A

Babak 32 besar: Agregat 1-1 CFR Cluj (unggul gol tandang)

Babak 16 besar: 2-0 vs AS Roma

Babak 8 besar: 1-0 vs Wolverhampton Wanderers

Semifinal: 2-1 vs Manchester United

Inter Milan

Penyisihan grup Liga Champions (tim peringkat ketiga)

Babak 32 besar: Agregat 4-1 vs Ludogorets

Babak 16 besar: 2-0 vs Getafe

Babak 8 besar: 2-1 vs Bayer Leverkusen

Semifinal: 5-0 vs Shakhtar Donetsk

Head to head

Kedua tim belum pernah bertemu di kompetisi UEFA.

Sevilla vs klub Italia

Main: 13

Menang: 6

Imbang: 2

Kalah: 5

Gol: 13

Kebobolan: 10

Inter vs klub Spanyol

Main: 43

Menang: 14

Imbang: 11

Kalah: 18

Gol: 47

Kebobolan: 53

Rekor Final

Sevilla: 5 menang, 0 kalah

Inter Milan: 3 menang, 1 kalah

Bagikan berita ini:
8
4
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar