Serikat Buruh Sebut Erick Thohir Hanya Beban di Pemerintahan Jokowi, Ini Alasannya

Jokowi dan Erick Thohir

FAJAR.CO.ID, PALEMBANG– Kasus PHK terhadap 3.883 karyawan maupun buruh di sejumlah BUMN dan anak perusahaannya termasuk di Sumatera Selatan mendapat kecaman keras dari Ketua Umum Serikat Buruh Sriwijaya, Ramli Anto.

Mantan Ketua Korwil SBSI Sumsel itu mengatakan, PHK yang dialami karyawan di PT Semen Baturaja, PT Bukit Asam dan PT Pusri ini menunjukkan Menteri BUMN Erick Thohir seperti mempermalukan Presiden Jokowi di hadapan publik.

Menurut Ramli, Erick Thohir mengabaikan imbauan Presiden Jokowi telah meminta perusahaan swasta nasional untuk tidak mem-PHK karyawan. Tapi justru di saat yang bersamaan BUMN sebagai perusahaan milik negara malah mem-PHK karyawannya.

Ia mengungkit peristiwa PHK sebanyak 458 Tenaga Kerja Alih Daya sepanjang Maret hingga Agustus 2020 yang terjadi di PT Semen Baturaja, Tbk, BUMN yang berdomisili di Sumatera Selatan.

Menurut Ramli, sudah seharusnya perusahaan BUMN menjadi contoh bagi perusahaan swasta dalam mensejahterakan dan memberi kepastian kerja bagi rakyat.

“Kami sangat prihatin dan mengecam keras Erick Thohir, dan kami anggap gagal sebagai Menteri BUMN dengan adanya perusahaan BUMN yang melakukan PHK sepihak. Kami kira PHK tersebut menunjukkan bentuk kegagalan Erick Thohir dalam menjalankan perintah Presiden Jokowi,” tegasnya,

“Jadi jangan pencitraan di media-media, bicara soal vaksin, soal bantuan UMKM, soal tenaga kerja yang seharusnya menjadi tugas kementerian lain, tetapi di sisi lain untuk tugas pokok di kementerian BUMN saja sudah gagal,” tambah Ramli.

Komentar

Loading...