Tidak Disiplin Harus Push-up, Gibran: Siap Pak!

DARI MARTABAK KaE PILWALI: Gibran berorasi sebelum mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota Solo di kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Solo)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Walau berstatus sebagai putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming tak mendapatkan keistimewaan dalam kapasitasnya sebagai calon wali kota Solo. Ia dibaurkan bersama ratusan peserta Sekolah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) gelombang pertama menuju Pilkada Serentak 2020.

Di hadapan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto serta petinggi lain, dan semua calon kepala daerah lain, Gibran bahkan siap melakukan push up jika dianggap melanggar aturan kedisiplinan sekolah tersebut.

Baca Juga: KAMI Disebut Bakal Jadi Kendaraan Gatot di 2024, Yani: Saya Mau KetawaHal itu terungkap dalam dialog diantara Gibran dengan Sekjen Hasto Kristiyanto sebelum pelaksanaan pembukaan sekolah partai itu, yang dilaksanakan secara virtual, Jumat (21/8).

Awalnya, Hasto bertanya kepada Gibran soal tata rambut Gibran yang baru dipotong. Barulah kemudian Hasto bertanya soal kesiapan mengikuti sekolah partai.

“Siap Pak. Saya sudah tidak sabar untuk menyerap ilmu dari para senior senior Partai,” jawab Gibran.

Lebih lanjut, Hasto menjelaskan, akibat pandemi Covid-19, sekolah partai kali ini berbeda dengan sekolah di tahun sebelumnya yang dilaksanakan di Wisma Kinasih Depok. Dahulu, setiap peserta wajib bangun jam 05.00 pagi untuk ikut olahraga. Setelahnya semua peserta akan bersama-sama digembleng di dalam kelas dari aspek ideologi.

“Jadi semua acara baru selesai jam 22.00 WIB dengan kepala sekolah yang begitu kokoh dengan disiplin tidak pernah membedakan seseorang karena semua berstatus peserta sekolah partai. Jadi mas Gibran siap memenuhi seluruh ketentuan disiplin?” tanya Hasto.

Komentar

Loading...