TIKI Tebar Aroma Kopi Leluhur ke Penjuru Negeri

Jumat, 21 Agustus 2020 15:44

FOTO: MUHLIS/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Keberhasilan Ade Sri Rahayu memperkenalkan kopi khas Sulawesi Selatan hingga ke penjuru negeri menjadi bukti nyata peran PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI) menggerakkan roda perekonomian yang sudah berusia 50 tahun.

Semerbak aroma kopi menyeruak di rumah Ade Sri Rahayu (43) di Kompleks Angkasa Pura Sudiang Makassar. Kopi itu lagi disangrai di atas wajang. Di bawah lantai, kopi dari berbagai khas Sulawesi Selatan itu berjajar.

Di rumah itulah, Ade Sri Rahayu mengolah produk kopinya, sejak 1993. Namun, 2009 usaha kopi itu dikembangkan. Dari bisnis kopi biji mentah menjadi kopi bubuk bermerek.

Wanita yang akrab disapa Ade itu memberi nama produknya “Kopi Leluhur”. “Saya beri nama Kopi Leluhur karena usaha ini bermula dari turun temurun nenek kami sudah mengolah kopi,” pungkas Ade kepada FAJAR, Kamis, 20 Agustus 2020.

Meski dikelola secara rumahan, kenikmatan Kopi Leluhur sudah dinikmati pecinta kopi hingga di luar negeri. Seperti Australia, Hong Kong, Arab Saudi, dan Singapura.

Di dalam negeri, Kopi Leluhur sudah berkeliling hingga ke penjuru negeri. Sudah ribuan kemasan tersebar ke luar Sulawesi Selatan.

Kesuksesan Ade memasarkan produknya hingga ke luar negeri melalui penjualan daring. Ia bahkan telah telah bekerja sama sejumlah market place.

Untuk pengantaran dalam negeri, Ade menggunakan jasa TIKI. Nyaris mengirim tiap hari. Sejak 2016.

Ade mengaku memilih menggunakan TIKI karena selain tepat waktu, barang yang dikirim juga tidak pernah bermasalah. “Buyer juga sudah percaya pengiriman baranya sama TIKI,” katanya.

Selain itu, untuk pengiriman sangat mudah. Banyak gerai yang dekat sehingga mempercepat pengiriman.

*Mudahkan di Masa Pandemi

Tak sekadar dimudahkan dengan gerai, TIKI juga punya layanan penjemputan langsung melalui aplikasi. Sisa upload data, pihak TIKI datang ke rumah menjemput.

Nama aplikasinya, Jempol. Singkatan dari Jemputan Online. Dan menariknya, biaya tetap sama.

Layanan tentu sangat efektif selama pandemi covid-19. Pelaku usaha online tetap bisa menjalankan usaha tanpa harus keluar rumah.

Layanan inilah yang diakui dipakai pemilik Kopi Leluhur selama virus korona. Sehingga produk rumahan-nya tetap berjalan. “Walaupun juga turun karena pembatasan transportasi saat PSBB di Makassar,” kata wanita suku Toraja ini.

Akan tetapi, setidaknya Ade menjadi pengusaha rumahan yang tetap bisa survive di tengah pandemi. Bahkan ia masih mempekerjakan karyawan dengan gaji lancar.

Petani juga terbantu. Ditengah konsumsi pasar yang lesu ini, Ade tetap menyerap kopi petani diberbagai daerah hingga pelosok.

Ade juga sudah membina banyak petani di berbagai daerah. Itu untuk menjaga suplai kopi agar lancar.

Manager Operasional TIKI Makassar,Noel Rido Rataba, mengakui selama pandemi ini pengantaran TIKI tetap lancar. Meskipun diakui sempat menurun pada saat pembatasan transportasi karena PSBB.

Namun, sejak pemerintah mulai melonggarkan, barang yang masuk kembali normal. Bahkan trennya meningkat mengikuti maraknya online shop.

Selain itu, ada banyak tren baru yang menggunakan jasa TIKI selama pandemi ini. Misalnya mahasiswa mengirim skripsi ke dosen, perusahaan yang mengirim berkasnya ke luar kota, dan lain-lain.

Tren ini memang sangat efektif ditengah serba pembatasan ini. Sehingga TIKI menjadi alternatif termudah untuk tetap bisa menuhi kebutuhan masyarakat.

Termasuk masyarakat di pelosok. Kantor cabang TIKI sudah hampir merata di daerah. Selain itu, TIKI juga banyak gerai yang bermitra dengan masyarakat.

Secara nasional, Vice President Director PT TIKI, Ester Wiraseputra, mengatakan di usia 50 tahun TIKI telah memiliki jaringan operasional yang meliputi 66 kota besar di Indonesia. Dengan 500 kantor perwakilan dan 3700 gerai.

Lalu, TIKI telah melayani 514 kabupaten atau kota di seluruh Indonesia. “Dan mayoritas dari 82.505 kelurahan atau desa di Indonesia sudah terlayani TIKI,” bebernya. (muhlis/fajar)

Bagikan berita ini:
5
3
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar