Tulang Punggung Keluarga, Kuasa Hukum Ajukan Penangguhan Penahanan Nelayan Kodingareng

Daeng Manre (tengah), elayan yang ditangkap karena menolak uang diduga sogokan.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Manre alias Mansur Pasang, Nelayan Pulau Kodingareng telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pengrusakan mata uang negara. Upaya penangguhan penahanan pun dilakukan.

Kuasa Hukum Manre, Edy Kurniawan mengatakan, pihaknya akan segera mengajukan penangguhan penahanan ke Polair Polda Sulsel, Jumat, 21 Agustus 2020.

Bahkan, kata Edy, Direktur Kantor Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Lokataru, Haris Ashar akan menjadi salah satu penjamin penangguhan penahanan tersebut.

“Paling lambat hari ini kita setor ke penyidik, ini jaminan masih mengalir terus. Nanti setelah terkumpul dari beberapa NGO baru kita ajukan sekaligus,” kata Edy.

Bukan hanya itu, ada beberapa lembaga yang juga ikut menjadi penjamin, antara lain, Koalisi Rakyat Untuk Keadilan Perikanan atau Kiara, Konsorium Pembaruan Agraria atau KPA, Aliansi Masyarakat Adat, Pusaka, dan Serikat Perempuan Masyarakat Adat.

“Ini masih menunggu karena masih banyak yang akan menjadi penjamin,” sambung Kepala Divisi Tanah dan Lingkungan LBH Kota Makassar itu.

Edy menuturkan, penangguhan penahanan mesti dilakukan terhadap Manre. Mengingat Manre adalah tulang punggung keluarga. Melaut merupakan salah satu mata pencarian untuk menghidupi anak dan istrinya.

“Kalau ditahan, maka ia (Manre) akan kehilangan penghasilan. Kasihan istri dan anaknya. Anaknya bisa putus sekolah,” kata dia.

Selain itu, ia mengatakan Manre tak mungkin melarikan diri sebab rumahnya jelas. Begitupun, Manre tak akan melakukan tindakan serupa.

“Tidak juga menghilangkan barang bukti karena sudah disita. Terlebih, saat ini situasi Covid-19, disaat banyak tahanan dilepas dan ditangguhkan. Justru Manre malah ditangkap,” pungkasnya. (ikbal/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...