Zarco Bilang tak Lakukan Hal Gila, Morbidelli Minta Maaf karena Komentar Pedasnya

Jumat, 21 Agustus 2020 09:56

Johann Zarco/Crash.net

FAJAR.CO.ID, SPIELBERG—Johann Zarco berharap untuk kembali beraksi di Red Bull Ring, akhir pekan ini setelah operasi pergelangan tangan akibat kecelakaan besar Minggu lalu. Ia juga menegaskan berharap tidak mendapat penalti.

Zarco membutuhkan operasi pada tulang yang retak di pergelangan tangan kanannya. Tapi, masalah pembalap Prancis itu bukan hanya cedera, namun juga banyaknya serangan kritik menyusul kecelakaan dengan Franco Morbidelli di MotoGP Austria.

Aturan medis MotoGP mengenai anestesi membuat Zarco harus absen pada latihan Jumat untuk putaran kedua Red Bull Ring akhir pekan ini. Tapi dia masih di sirkuit pada hari Kamis, menghadiri pertemuan FIM Stewards untuk menyelidiki kecelakaan.

“Kami mengadakan pertemuan dengan Stewards, di mana saya benar-benar bisa menjelaskan bagaimana saya mengalami kecelakaan itu dan apa yang saya lakukan untuk menyalip Morbidelli sebelumnya. Saya menjelaskan semuanya dengan baik dan kami bahkan memiliki bukti bagus dengan datanya,” kata Zarco di Crash.

“Menurut saya tidak boleh ada penalti karena saya tidak melakukan sesuatu yang gila. Saya menjelaskan semuanya dengan benar dan saya berharap mereka memahaminya, karena mereka tidak benar-benar menjawab, tapi mari kita lihat apa keputusannya,” lanjutnya.

Morbidelli dan Valentino Rossi memimpin kritik awal terhadap Zarco. Kritik itu menyebar dengan cepat di media sosial. “Saya tahu bahwa banyak kritik terhadap saya selama minggu ini, tetapi saya juga sangat sibuk mengatur operasi pergelangan tangan dan tidak menghabiskan waktu saya di media sosial karena saya tidak dapat benar-benar berbicara menentang semua kritik ini,” kata Zarco.

Sementara itu, Franco Morbidelli meminta maaf atas komentar ‘setengah pembunuh’ tentang Johann Zarco Minggu lalu. Namun, ia mengatakan gambar TV baru tentang kecelakaan 300km / jam yang ditampilkan saat bertemu dengan FIM Stewards terlihat ‘lebih buruk’.

Pembalap Italia itu sudah melakukan pertemuan dengan FIM Stewards, yang berbicara secara terpisah kepada kedua pebalap sebelum keputusan tentang penalti. Ia mengaku melihat gambar baru yang lebih mengerikan.

“Mereka memiliki sudut kamera yang berbeda tentang kecelakaan itu. Gambar-gambar itu berbicara sendiri. Kami memiliki kesempatan untuk melihat kejadian itu dari sudut yang berbeda. Saya harus memberitahu Anda bahwa dari sudut yang berbeda kelihatannya bahkan lebih keji,” kata Morbidelli.

“Saya baik-baik saja. Saya merasa baik. Senin adalah hari terberat. Semua bengkak, sakit semua dan saya berjuang untuk bangun dari tempat tidur. Saya segera mulai bekerja dengan fisioterapis kami. Saya merasa baik-baik saja, bagus dan ingin sekali memulai akhir pekan,” lanjutnya.

Meskipun demikian, Morbidelli meminta maaf karena menyebut Zarco sebagai ‘setengah pembunuh’ dalam sebuah wawancara dengan TV Italia pada Minggu sore. “Sebelum Anda bertanya kepada saya, saya akan memberi tahu Anda bahwa saya menyesal atas apa yang saya katakan terkait Johann setelah balapan,” ujarnya.

Namun, Morbidelli menegaskan itu tetap fakta bahwa Johann melakukan kesalahan. “Itu tetap fakta bahwa kesalahan Johann atau tindakan Johann bisa berakhir jauh lebih buruk daripada bagaimana akhirnya. Itu masih sebuah kesalahan. Saya tidak tahu perasaannya. Aku tidak bisa menilai apa yang ada dalam pikirannya. Aku bisa menilai tindakannya,” jelasnya.

Pembalap KTM, Pol Espargaro sementara itu mengaku terkejut setelah insiden MotoGP Austria dengan rekannya, Miguel Oliveira. Pembalap Spanyol itu mengatakan mereka berdua setuju itu adalah insiden balapan dan meminta maaf satu sama lain. Tetapi komentar Oliveira berikutnya kepada pers menyalahkan Espargaro.

“Miguel mengeluh dan ketika satu pembalap mengeluh (orang mengira) pembalap lain yang bersalah. Kami adalah rekan satu tim! Hal pertama yang Anda pelajari di dunia MotoGP ini adalah bahwa Anda tidak dapat melawan rekan satu tim Anda karena pabrikan (yang) membayar Anda tidak menginginkannya. Itu adalah citra yang sangat buruk,” tegasnya.

“Selain itu, saya telah berbicara dengannya setelah kecelakaan dan kami mencapai satu kesepakatan di mana saya mengatakan maaf, dia mengatakan maaf dan itu adalah insiden balapan. Setelah ini saya melihat banyak hal dan komentarnya di mana-mana. Saya terkejut dan terutama komentar jurnalis di mana mereka tidak tahu apa-apa tentang kecelakaan itu,” lanjutnya.

Ia mengaku sedikit frustrasi karena tidak ada yang tahu situasinya dan tidak ada yang melihat datanya. “Tidak ada yang berbicara dengan saya untuk menanyakan secara teknis apa yang terjadi. Semua orang hanya melihat reaksi Miguel dan dari situ mengambil posisi sendiri untuk memposting semuanya (di media sosial),” keluh Pol. (amr)

Komentar


VIDEO TERKINI