Bareskrim Gerebek Tempat Karaoke Dinilai Sarat Pencitraan

Bareskrim Polri melakukan penggerebekan di Venesia BSD Karaoke Executive di Jalan Lengkong Gudang, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Penggerebekan Karaoke Executive Venesia di BSD, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) terkesan sarat dengan pencitraan. Pasalnya, penggerebekan tempat hiburan malam high class itu sejatinya bisa dilakukan kepolisian di tingkat Polres atau Polda.

“Penggerebekan tempat hiburan di BSD Serpong terkesan sarat pencitraan karena dilakukan lembaga sebesar Bareskrim,” kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane seperti dikutip PojokSatu.id (Jawa Pos Group), Jumat (21/8).

Menurutnya, dengan penggerebekan yang dilakukan Bareskrim, menunjukkan ketidakpekaan Polres Tangsel atas wilayahnya sendiri. Sehingga terkesan melakukan pembiaran terhadap praktik prostitusi berkedok tempat hiburan high class.

Begitu pula jika memang Bareskrim yang mendapat info adanya prostitusi di tempat hiburan itu. Seharusnya Bareskrim juga bisa berkomunikasi dengan Polda Metro Jaya atau Polres Tangsel. “Sebab penggerebekan seperti itu cukup dilakukan polisi di tingkat Polsek,” tuturnya.

Karena itu, Neta pun mempertanyakan penggerebekan yang sampai membuat Bareskrim sendiri turun tangan. “Apakah polisi di tingkat Polres dan Polda sudah tidak dipercaya karena melakukan pembiaran terhadap lokasi prostitusi tersebut?” ungkapnya.

IPW juga menantang Bareskrim jika memang benar-benar berniat melakukan penggerebekan. Pasalnya, berdasarkan informasi yang didapat IPW, terdapat tempat prostitusi dan perjudian besar yang ada di Jakarta.

“Sebenarnya jika Bareskrim mau serius untuk memberantas tempat hiburan yang berkedok prostitusi, Bareskrim bisa melakukannya di berbagai tempat di wilayah Jakarta Barat atau Jakarta Utara,” ujar Neta.

Komentar

Loading...