Biaya Umrah Diprediksi Naik, DPR: Harus Dikaji dengan Cermat

Muhammad Fauzi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah Arab Saudi hingga saat ini belum memutuskan untuk membuka kembali perjalanan umrah. Namun, hampir dipastikan akan ada kenaikan biaya umrah setelah adanya kenaikan pajak yang ditetapkan pihak Arab Saudi.

Anggota Komisi VIII DPR RI Muhammad Fauzi mengatakan, regulasi pemerintah Saudi akan memberi dampak pada biaya umrah. Namun, dia memastikan kenaikan akan dikaji dengan cermat di Komisi VIII DPR agar meminimalisir beban ke jemaah nantinya.

“Kalau pun ada alasan Covid-19 tentu harus dibedah satu persatu apa-apa kebutuhan di Indoensia dan di Arab Saudi. Kita harapkan jangan sampai merugikan jemaah,” kata Fauzi.

Suami Bupati Lutra Indah Putri Indriani ini mengatakan, DPR juga akan melihat kemungkinan lain semisal subsidi jika memang bisa diadakan. Menurutnya, DPR harus mempertemukan penyelenggara umrah, pemerintah dan pihak jemaah.

“Jika Saudi membuka perjalanan umrah saat covid-19 ini belum selesai, tentu akan ada banyak penyesuaian. Bukan hanya pada biaya. Akomodasi dan protokol ketat di tanah suci pasti akan diberlakukan,” jelasnya.

Fauzi juga akan mendesak Kemenag untuk meyakinkan Arab Saudi agar menerima jemaah umrah asal Indonesia nantinya. Meski diketahui jumlah kasus covid-19 di Indonesia cukup tinggi.

“Kita harus bisa meyakinkan pihak Arab Saudi bahwa jemaah kita yang berangkat nantinya betul betul telah menjalani tes yang ketat dan aman untuk umrah,” tambahnya.(fik/fajar).

Komentar

Loading...