Kades Bilang Sudah Dapat Bantuan, Anak Petani Mengaku Tak Dapat Apa-apa

Muh Syarif, Muh Syahrul, dan Muh Iksan yang hanya belajar seadanya di rumahnya, tanpa ponsel android yang sulit mereka miliki. (Ishak/Fajar)

FAJAR.CO.ID, GOWA — Tiga bersaudara ini berharap bantuan pemerintah setempat, agar bisa ikut belajar online di tengah pandemi Covid-19.

Sejak dulu, Sudirman Daeng Tappa dan istrinya, Subaedah bersama tiga orang anaknya mengeluhkan program belajar seperti ini.

Tidak ada sama sekali bantuan yang ia dapat untuk mendukung pendidikan ketiga buah hatinya, agar tak terjerumus ke dunia kemiskinan kelak dewasa nanti.

Kepala Desa Maradekaya, Ramli, mengatakan, keluarga Daeng Tappa telah mendapat bantuan ponsel untuk ketiga anak petani itu demi bisa kembali belajar daring.

“Dapatki bantuan,” singkatnya kepada Fajar.co.id, Sabtu (22/8/2020).

Namun saat dikonfirmasi, ketiga anak petani itu belum mendapat apa-apa. Proses belajar daring belum bisa dia ikuti hingga saat ini.

“Kami butuh ponsel. Sudah banyak tugas kami tidak selesai. Nilai kami pun jelek,” kata Muh Syarif, anak pertama dari pasangan Sudirman dan Subaedah.

Kata bocah berusia 14 tahun ini, sudah empat bulan lamanya mereka tidak bisa belajar online karena tidak punya ponsel untuk mengakses internet.

Syarif beserta tiga adiknya itu memilih membantu sang ayah bekerja di sawah, dan menggarap tanaman di lahan milik orang lain itu.

“Sawahnya orang ini saya garap. Saya pun digaji per bulan dengan hasil yang tidak pasti. Jadi mana mungkin saya bisa belikan tiga buah ponsel untuk anak-anak saya ini,” kata ayah kandung Syarif, Sudirman Daeng Tappa. (ishak/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...