Koster Minta Pusat Bantu Pulihkan Pariwisata Bali

PELIT BELANJA: Wisatawan Tiongkok saat menikmati pantai Kuta beberapa waktu lalu (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

FAJAR.CO.ID, BALI — Perekonomian Bali dalam tanda bahaya sejak pandemic Covid-19. Pada kuartal pertama ekonomi Bali mengalami kontraksi minus 1,14 persen.

Sementara pada kuartal kedua kontraksi bertambah menjadi minus 10,98 persen. Menurut Gubernur Bali Wayan Koster, kondisi ini menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 betul-betul berdampak serius terhadap perekonomian Bali.

Oleh karena itu, Koster menyambut baik prakarsa dan kegiatan yang dilaksanakan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam memulihkan perekonomian Indonesia, termasuk Bali.

Untuk diketahui, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memprakarsai Rapat Koordinasi Tingkat Menteri yang digelar di ITDC Nusa Dua, tanggal 21-22 Agustus 2020.

Rapat ini sebagai bentuk dukungan terhadap pemulihan ekonomi Bali yang terdampak pandemi Covid-19.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang diselenggarakan Menko Perekonomian di Bali yang merupakan bagian daripada

upaya bersama untuk pemulihan perekonomian di Provinsi Bali yang sangat terdampak akibat pandemi Covid-19,” kata Gubernur Koster dilansir dari fanspage Pemprov Bali.

“Yang kami harapkan adalah agar pemulihan ekonomi Bali ini bisa dijalankan, dengan memulai aktivitas kepariwisataan pariwisata Nusantara dan berharap

nantinya bisa dimulai lagi wisatawan mancanegara jika memang situasinya memungkinkan untuk itu,” ujar Koster.

Sementara itu, Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto mengatakan, Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Bidang Perekonomian

yang digelar di Bali ini bertujuan untuk membahas program dan kebijakan strategis dari penanganan dampak pandemi Covid-19.

Komentar

Loading...