MA Permanenkan Sidang Online

MA

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Lembaga peradilan menerapkan persidangan online dalam lima bulan terakhir. Meski ada kekurangan, Mahkamah Agung berencana untuk meneruskannya menjadi kebijakan yang permanen. Namun, bukan untuk mewajibkan semua sidang pidana harus online, melainkan sebagai landasan pelaksanaan agar lebih jelas.

Ketua Mahkamah Agung Muhammad Syarifuddin menjelaskan, persidangan online bermula dari perjanjian kerja sama antarinstansi, yakni MA dengan Kejaksaan Agung dan Kemenkum HAM. Itu menyusul kebijakan pembatasan sosial akibat pandemi yang membatasi pertemuan-pertemuan secara fisik.

’’Perjanjian kerja sama ini telah mendapatkan perhatian MA untuk dikembangkan menjadi kebijakan yang bersifat permanen pada lembaga peradilan,’’ kata Syarifuddin kemarin (20/8).

Pihaknya akan menerbitkan kebijakan berupa peraturan Mahkamah Agung atau perma. ’’Sekarang sudah memasuki tahap uji publik sebelum dibawa ke rapat pimpinan Mahkamah Agung untuk disahkan menjadi peraturan Mahkamah Agung,’’ jelasnya.

Ketua Kamar Pidana MA Suhadi menyatakan, aturan sidang online dikhususkan sebagai landasan untuk sidang tingkat pertama saja. Bukan untuk sidang perkara banding dan kasasi yang masih mengharuskan dilaksanakan secara langsung dengan menerapkan protokol kesehatan. (JPC)

loading...

Komentar

Loading...