Orang Tua Korban Pencabulan di Makassar Tak Percaya Polisi, Ini Penyebabnya

Ilustrasi pemerkosaan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Penyidik Sat Reskrim Polrestabes Makassar resmi menetapkan tersangka terhadap pria paruh bayah berinisial A, atas kasus pencabulan terhadap beberapa santrinya.

Polisi pun telah melakukan gelar perkara dalam kasus tersebut, pada Jumat (21/8/2020) kemarin. Dari situ, polisi tidak menemukan fakta terbaru selama melakukan gelar perkara terhadap tersangka.

“Sudah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil gelar perkara. Tidak ada (fakta baru). Terpenuhi dua alat bukti,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Agus Khaerul, Sabtu (22/8/2020).

Namun sayang, tersangka A belum ditahan di kantor polisi oleh penyidik. Sementara itu, nenek dari korban, Erni Bahri mengaku kecewa saat tahu tersangka tidak ditahan.

Status hukum terhadap guru bejat itu pun dia pertanyakan. Menurut dia, penetapan tersangka terhadap A sudah seharusnya dijebloskan ke penjara.

“Sudah jadi tersangka dan ditahan betul yah guru ngaji itu?,” tanya Erni kepada Fajar.co.id.

“Tadi (kemarin) siang saya dari Polrestabes Makassar. Tapi belum berstatus tersangka dan kata penyidik mungkin hari Senin akan ditahan,” jelas wanita berkaca mata ini.

Cucunya itu sebut saja bernama Mawar. Bocah berusia sembilan tahun ini masih trauma atas peristiwa kelam yang ia alami selama hidupnya.

Kini cucunya tak lagi belajar mengaji di tempat lain. Melainkan di rumahnya saja.

Komentar

Loading...