Penjahit Baju Tantang Gibran di Pilwali Solo

TAK CIUT NYALI: Bagyo Wahyono dan F.X. Supardjo lolos verifikasi faktual di Solo kemarin. (IRIAWAN WIBISONO/JAWA POS RADAR SOLO)

FAJAR.CO.ID, SOLO — Yang menunggu di arena pertarungan pasangan tak sembarangan. Sang calon wali kota, Gibran Rakabuming Raka, adalah putra Presiden Joko Widodo. Pendampingnya di posisi calon wakil wali kota, Teguh Prakoso, politikus berpengalaman.

Mereka dipandegani PDIP, partai penguasa 30 di antara 45 kursi di DPRD Solo. Didukung koalisi gemuk partai-partai.

Tapi, Robert Hananto dengan tenang menjamin tak ada bumbung kosong dalam pemilihan wali kota Solo pada Desember. Duet dari jalur independen Bagyo Wahyono-F.X. Supardjo (Bajo), yang Robert menjadi ketua tim pemenangannya, siap menjadi penantang.

”Sejarah baru di Kota Surakarta akan tercipta. Akan menjadi dinamika politik yang elegan, ketika independen dan parpol bersaing secara sportif,” papar Robert kepada Jawa Pos Radar Solo.

Itu diucapkan Robert sebulan lalu (19/7). Saat duet Bagyo yang bekerja sebagai tukang jahit baju dan Supardjo yang seorang ketua RW belum tahu apakah akan lolos verifikasi faktual (verfak) atau tidak.

Ternyata, sebulan kemudian, ndilalah menjadi kenyataan. Kemarin (20/8) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surakarta memutuskan pasangan Bajo lolos verfak. Mereka pun berhak mendaftar sebagai kontestan di Pilwakot Solo 2020.

Artinya, sejarah baru seperti disampaikan Robert sebulan lalu itu terwujud. Bajo akan bertarung melawan Gibran-Teguh pada pilkada serentak 9 Desember.

Keputusan tersebut diketahui setelah KPU menggelar Rapat Pleno Rekapitulasi Dukungan Bakal Pasangan Calon Perseorangan dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo 2020 Masa Perbaikan di Hotel Swiss Bellin-Saripetojo, Solo, kemarin (21/8).

Komentar

Loading...