Tertular Usai Pulangkan Paksa Jenazah Covid-19, Tersangka Mengaku Sangat Menyesal

Para pelaku mengaku menyesal.

FAJAR.CO.ID — Kasus pulangkan paksa jenazah Covid-19 akhirnya dilimpahkan oleh penyidik. Berkas perkara tersangka di Polres Pelabuhan Tanjung Perak kini sudah masuk ke Kejari Tanjung Perak. Pelimpahan itu dilakukan setelah tersangka sembuh dari Covid-19.

Penyidik sebelumnya sempat menunda pelimpahan perkara meskipun sudah merampungkan penyidikan karena tersangka dikarantina di RS Bhayangkara Surabaya. Karantina itu dilakukan karena tersangka dinyatakan positif Covid-19 berdasar hasil tes swab.

“Sudah dinyatakan sembuh. Sekarang sudah negatif,” ujar jaksa penuntut umum (JPU) I Gede Willy Pramana, Jumat (21/8/2020).

Menurut dia, berkas perkara keempat tersangka sudah dilimpahkan oleh penyidik pada Rabu (19/8). Perkara keempat tersangka dijadikan satu berkas. Sebab, unsur tindak pidana yang disangkakan sama. “Berkas sudah datang dua hari lalu. Empat tersangka dalam satu berkas,” tambahnya.

Para tersangka dijerat pasal berlapis. Yakni, pasal 15 ayat 1 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit. Selain itu, pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan serta pasal 212 dan 216 KUHP. Keempatnya adalah M. Isrofil Ramadhan, M. Bagas Putra Pamungkas, M. Angga Dwi Saputra, dan M. Kemal Afkar.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka setelah membawa pulang secara paksa pasien dari rumah sakit. Mereka juga dianggap telah mengintimidasi petugas rumah sakit. Intimidasi itu dianggap sebagai bentuk melawan petugas yang sedang menjalankan tugasnya.

Komentar

Loading...