Aktivis Desak Kejati Usut Tuntas Proyek Pipa Avtur

Gedung Kejati Sulsel

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Proyek jaringan pipa distribusi avtur dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Makassar ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (Sulhas) terus mendapatkan sorotan. Salah satunya datang dari Lembaga antikorupsi Sulsel (Laksus).

Proyek senilai Rp155 miliar tersebut diduga ada permainan. Mulai dari pengerjaan proyek yang sempat tertunda pada 2018, hingga adanya pemindahan pipa dengan alasan perluasan bandara Sulhas.

Direktur Laksus, Muhammad Ansar mengatakan, proyek pipa avtur milik pertamina sejak awal sudah mendapatkan sorotan. Namun, proyek tersebut tetap berjalan. Sorotan tersebut tidak lain karena banyaknya informasi proyek tersebut tidak tuntas dan tidak sesuai dengan spesifikasi.

“Pemindahan pipa karena perluasan bandara pun kami mulai pertanyakan karena dikerjakan oleh kontraktor yang sama. Setahu saya itu proyek baru sehingga harus ditender,” kata Muhammad Ansar, Minggu (23/8/2020).

Anzar juga menuturkan, dirinya juga membaca di media bahwa dugaan serupa juga diutarakan oleh kejaksaan tinggi Sulsel. Pihaknya menantang Kejati sulsel mengusut tuntas siapa aktor di proyek jaringan pipa distribusi avtur pertamina.

“Kami desak Kajati langsung bertindak, jika benar ada pelanggaran pasti tidak satu orangnya. Jangan dibiarkan jadi bola liar, kasus ini harus diungkap siapa saja yang terlibat,”pintanya.

Pengamat Hukum UMI, Prof Hambali Thalib melihat pihak Kejati masih dalam proses penyelidikan untuk menggali apakah kasus tersebut memenuhi unsur sebagai perbuatan pidana. Di mana harus didukung dengan minimal dua alat bukti di tahap penyelidikan sekaligus menetapkan tersangka.

Komentar

Loading...