Biaya Pemeliharaan Rp10 Miliar, Ini Kata Hutama Karya soal Jalan Arteri Gelap Gulita


FAJAR.CO.ID, MAMUJU — Sudah tiga tahun lebih jalan arteri Mamuju gelap gulita. Hingga sebulan jelang penyerahan pengerjaan proyek, PT Hutama Karya belum juga memperbaiki Penerangan Jalan Umum (PJU) di proyek yang menelan APBN Rp214 miliar itu.

Kepala Proyek Jalan Arteri Mamuju dari PT Hutama Karya, Ahmad Sabariman mengakui tidak bisa berbuat banyak soal kondisi gelap selama bertahun-tahun di salah satu ikon Mamuju ini. Dia mengakui sudah dua kali melakukan penggantian batteray/aki dan panel surya di ratusan lampu jalan. Namun tetap saja dicuri dan dirusak oleh orang tak bertanggung jawab.

“Nantinya diganti pakai PLN, bukan solar cell lagi. Sementara pengajuan di PLN, saya sudah bersurat. Awalnya solar cell, kita sudah dua kali mengganti itu, tetap dicuri lagi. Jadi dari pada gonta-ganti terus, saya usul pakai PLN dan disetujui,” katanya.

Ahmad Sabariman menyatakan siap memperbaiki segala kerusakan di proyek tersebut sebelum penyerahan 28 September mendatang. “Kami siap perbaiki sebelum penyerahan dan dipstikan bisa selesai dikerja sebelum deadline 28 September,” jelasnya.

Pihaknya akan menggunakan sisa dana jaminan pemeliharaan yang nilainya mencapai Rp10 miliar. “Pakai dana pemeliharaan, kita siapkan dananya untuk penyambungan PLN sama kabel-kabel dan penggalian.Sebenarnya kita sudah rugi itu harus ganti-ganti aki. Kondisi sosial masyarakat belum siap dengan itu, rasa memilikinya tinggi. Itu jaminan Rp10 miliar. Masih ada sisanya, akan dicairkan dari jaminan pemeliharaan. Jembatan akan diperbaiki juga, karena itu masuk cecklist,” jelasnya.

Komentar

Loading...