Gugus Tugas Covid Sulsel Tolak Sekolah Tatap Muka

Ilustrasi - Peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona. Foto: ANTARA/Shutterstock/am

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sulsel menolak adanya kegiatan sekolah tatap muka di Kabupaten/Kota se-Sulsel. Pasalnya, perkembangan Covid-19 belum sepenuhnya terkendali di provinsi ini.

Hal tersebut diungkapkan tim ahli data dan epidemologi Gugus Tugas Covid-19 Sulsel, Prof Ridwan Aminuddin. Menurutnya, pembukaan sekolah secara tatap muka akan berdampak pada kurva atau angka penyebaran yang makin tak terkendali.

“Pembukaan sekolah kita tidak merekomendasikan pada situasi covid belum terkendali. Karena Sulsel baru satu parameter yang terpenuhi,” ucap Ridwan Aminuddin.

Prof Ridwan menjelaskan, sekitar 3 pekan lalu, reproduksi efektif Sulsel baru mencapai angka di bawah 1. Kondisi itu, kata dia, dianggap belum stabil mengingat sifatnya fluktuasi.

Di samping itu, laju insidensi Sulsel masih tergolong tinggi, mencapai 100 per hari. Bahkan, mengalahkan laju insidensi secara nasional.

“Angka positif rate-nya masih tinggi yakni 17 persen. Sementara rekomendasi WHO di bawah 5 persen. Ini pekerjaan berat,” ujarnya.

Belum lagi, lanjut Ridwan, jumlah pemeriksaan sampel di Sulsel cenderung mengecil, padahal diharapkan pemeriksaan sampel bisa mencapai 3 hingga 4 juta penduduk.

“Sejauh ini sampel yang diperiksa baru sekitar delapan hingga sembilan ribu. Ini baru 1 persen dari jumlah penduduk Sulsel. Jadi perlu lebih masif lagi pemeriksaannya agar semua bisa terjaring dan tidak lagi ada potensi penyebaran,” tuturnya.

Komentar

Loading...