Kasus Kekerasan Anak Masih Tinggi, Syamsuddin Raga: Peran Keluarga Benteng Terdepan


FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Kerap kita mendengar informasi anak-anak dipukul, ditampar, bahkan sampai pada penyiksaan. Pelakunya bisa siapa saja, termasuk orang terdekat korban seperti guru, keluarga, atau orang tua.

Berdasarkan kenyataan yang terjadi, Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi Perindo, Syamsuddin Raga menggelar dialog penyebarluasan Sosialisasi Peraturan Daerah nomor 5 tahun 2018 tentang Perlindungan Anak.

Dialog yang mengangkat tema Mewujudkan anak yang berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif dan bermanfaat bagi lingkungan dengan pembicara Dr. Zainuddin Djaka, Staf Ahli DPRD Kota Makassar dan Kepala Dinas Sosial Kota Makassar Mukhtar Tahir ini dihelat di Sarison Hotel & Convention, Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Minggu (23/8/2020).

Syamsuddin Raga dalam pemaparannya menyatakan, Anak adalah anugerah dari Tuhan yang Maha Esa. Oleh karena itu telah diatur dalam perundang-undangan bahwa anak berhak mendapat perlindungan dari kekerasan.

“Kita harus memahami perundangan-undangan ini. Hak perlindungan anak adalah hak asasi manusia. Wajib dilindungi, dijamin kehidupan dan keselamatannya. Masyarakat dan pemerintah bertanggung jawab dalam hal ini,” tegasnya.

Munculnya kenakalan anak atau remaja juga menjadi sorotannya dalam dialog terbuka ini. Menurutnya, tonggak dasar perilaku anak ada pada pendidikan keluarga.

“Apapun kebijakan pemerintah, kalau didikan orang tua tidak tepat maka akan sulit ke depannya. Makanya tidak heran marak terjadi kekerasan, bully antar anak maupun remaja. Artinya peran keluarga benteng terdepan, ” tutur Anggota Komisi A DPRD Makassar itu.

Komentar

Loading...