Rezeki di Balik Kebakaran Pasar Senggol, Mengais Arang demi Segenggam Rupiah


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Sebagian kios di Pasar Senggol, Kota Makassar sudah menjadi arang. Atau bahkan sudah rata dengan tanah usai dilalap api, pada Sabtu (22/8/2020) kemarin.

Di balik arang yang berserakan itu, tertimbun sebuah rupiah untuk bisa menyambung hidup bagi orang-orang pinggiran. Khususnya bagi pemulung.

Kios yang terbakar di pasar tradisional kemarin itu jadi tempat mereka mencari beragam besi, dan benda lainnya yang bisa ditimbang, lalu ditukarkan dengan uang demi sesuap nasi.

“Kami mau timbang lalu tukar dengan uang. Satu kilo besi dihargai Rp1500. Alhamdulillah kalau banyak bisa beli makanan dan kebutuhan sehari-hari kami di rumah,” kata seorang pemulung, Minggu (23/8/2020).

Mereka tidak perlu berpikir lama, meski kebakaran susulan bisa saja terjadi, selagi ada kesempatan, para pemulung di sana tetap mencari besi di balik arang bekas kebakaran kemarin.

Namun, tak jarang mereka diusir saat sedang mencari besi untuk mereka timbang. Kerap kali mereka mendapat perlakuan seperti itu.

Terutama dari pemilik kios. Namun itu sudah bisa mereka rasakan. Meski tangan menghitam, tak ia pedulikan agar tetap bisa menyambung hidup.

“Kadang kala kami dimarahi atau diusir. Kita tidak boleh ambil sembarangan. Tapi kami patuh saja demi segenggam besi lalu ditimbang jadi uang,” tambahnya.

Diketahui, total ada 37 rumah dan kios yang terbakar. Bahkan merenggut nyawa. Satu orang meninggal di lokasi kejadian.

Komentar

Loading...