Syahganda Nainggolan: Aboriginisasi Harus Dilawan, Ibu Pertiwi Sedang Menangis

Eks Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo menghadiri acara deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (18/8). Foto: Fatan Sinaga/JPNN

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sekretaris Badan Pekerja Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau KAMI, Syahganda Nainggolan mengutip pesan dari salah satu deklarator gerakan itu, Sri Edi Swasono, agar tidak kendor dalam melakukan perjuangan.

“Deklarator senior KAMI Profesor Sri Edi Swasono mengajak semua pendukung KAMI agar jangan kendor dalam perjuangan. Aboriginisasi harus dilawan. Ibu pertiwi sedang menangis,” tulis Syahganda lewat akunnya di Twitter beberapa menit lalu, Minggu (23/8).

Dalam unggahannya itu, Syahganda juga menyertakan tangkapan layar pesan dari Prof Sri Edi Swasono yang merupakan suami dari Meutia Hatta, anak Proklamator Kemerdekaan Bung Hatta.

Begini isi pesan Prof Sri Edi Swasono secara lengkap:

Iya, banyak yang tidak mampu melihat atau sekadar merasa bahwa negara kita berantakan dan diberantakkan. Kedaulatan dijual dan masa depan digadaikan.

Rakyat sendiri disingkirkan. Kawasan-kawasan dan tanah diinvasi sebagai awal dari aboriginisasi. Ibu Pertiwi tidak lagi dihormati.

Jangan ikuti mereka yang tumpul-budaya, tumpul-peradaban dan sekaligus tumpul-ideologi. Jangan kendor semangat hai kalian yang tergabung dalam KAMI. Terus berjuang di jalan lurus, saling jaga diri dari keblingeran terhadap Ibu Pertiwi. SES. (jpnn/fajar)

loading...
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Komentar

Loading...