Tiga Tahun Arteri Dibiarkan Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?


FAJAR.CO.ID, MAMUJU — Sudah sekitar tiga tahun Jalan Arteri Mamuju dibiarkan gelap gulita. Ratusan penerangan jalan umum (PJU) dari solar cell rusak.

Sementara penyerahan proyek dari kontraktor, PT Hutama Karya ke Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Sulbar deadline, 28 September 2020.

Tak hanya lampu penerangan, kondisi jalan di depan RS Bhayangkara masih harus diperbaiki. Di ujung jembatan, permukaan jalan itu mengalami penurunan signifikan usai gempa Palu 2018 lalu.

Pihak P2JN Sulbar memastikan tidak akan menerima hasil proyek jalan 4,5 kilometer itu jika tidak sesuai kontrak. Artinya, PJU harus berfungsi dan kondisi jalan yang rusak mesti diperbaiki. Hutama Karya harus bertanggung jawab mengalokasikan biaya pemiliharaan untuk kerusakan itu.

“Masih kontraktor yang bertanggung jawab pemeliharaannya. Bulan September harus diserahkan, harus diperbaiki dan ada memang anggarannya untuk itu. Sudah tiga tahun (rusak),” kata Satker Perencana Jalan Wilayah II Sulbar, Ahmad, Minggu, 23 September.

Ahmad menyatakan pihak kontraktor sudah dua kali memperbaiki lampu penerangan jalan arteri itu dengan mengganti batteray-nya yang hilang. Namun kembali dicuri oknum tak bertanggungjawab. “Jadi bukan rusak tapi dicuri, ada juga yang sengaja dirusak lampunya dengan dilempar,” katanya.

Sekadar diketahui, jalan strategis ini mulai difungsikan pada Oktober 2017 sejak dibangun 2015 di masa kepemimpinan Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh yang menelan Rp214 miliar dari APBN dua tahap. Jalan seluas 30 meter ini memiliki empat lajur yang panjangnya 4,5 km dari kantor Gubernur Sulbar hingga depan Hote d’Maleo. (rul/fajar)

Komentar

Loading...