Ustadz Maheer At Thuwailibi: Ada Presiden Disamakan Khalifah, tapi Buzzer Bayarannya Paling Depan Menolak Khilafah


FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Ustadz Maheer At Thuwailibi mengatakan, untuk menjadi seorang muslim sejati, tidak perlu untuk masuk dalam ormas-ormas Islam. Seperti Nahdatul Ulama, Muhammadiyah atau Hizbu Tahrir Indonesia (HTI).

“Untuk menjadi muslim sejati tidak mesti menjadi NU, Muhammadiyyah, apalagi Salafy. Untuk memperjuangkan Syari’ah dan Khilafah juga tak mesti menjadi HTI.” Tulis Ustadz Maher di akun twitternya, Ahad (23/8).

Maheer kemudian menyindir pihak-pihak tertentu yang mengaggap Presiden sebagai khalifah, namun menolak ajaran Khilafah.

“Ada presiden yang disamakan dengan KHALIFAH ABU BAKAR, tapi, Buzzer bayarannya kini paling depan menolak KHILAFAH.” Tulis Maheer.

Maheer mengatakan, ajaran Khilafah ada di dalam Alquran di surat Al-baqrah. “Khilafah ajaran Islam, sistem politik Islam, namanya Siyasa Syariah.” Kata Maheer.

Dia menjelaskan, saking Pentingnya khilafah dalam Islam, ibnu Taymiyah . menulis sebuah kitab khusus namnya As Siyasah Asyariah. Imam Nawawi menulis kitab khusus namanya Ahkam Sultaniyah.

“Anda tidak setuju dengan konsep Khilafah, ya sudah, kami hanya menawarkan konsep Islam khilafah Islamiyah ala Manhaj nubuwah.” Kata Maheer. (fin)

loading...
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Komentar

Loading...