Belum Kumpul Surat Pengunduran Diri, Pengamat Sayangkan ASN Kurang Patuhi Aturan Hukum

Ilustrasi Pilkada

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulsel, Imran Jausi mengatakan hingga hari ini, belum ada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menyerahkan surat pengunduran diri untuk maju sebagai calon kepala daerah.

Diketahui, bagi ASN yang akan mendaftarkan diri menjadi calon kepala daerah, harus mundur dari jabatannya.

Terkait pencalonan pejabat ASN Sulsel termasuk Irman Yasin Limpo, Imran Jausi membeberkan hingga saat ini belum menyerahkan surat pengunduran dirinya.

“Iya belum masuk suratnya,” tulisnya melalui pesan Whatsapp yang diterima fajar.co.id, Senin (24/8/2020).

Melihat itu, Pengamat Politik dan Pemerintahan, Andi Luhur Prianto mengatakan secara hukum, bakal kandidat calon kepala daerah sudah seharusnya tidak berstatus sebagai ASN.

“Kalau masih berstatus ASN pada saat mendaftar, tentu ia tidak memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai calon,” ungkap Andi Luhur Prianto.

Menurutnya, calon kepala daerah sebaiknya harus cepat mundur dari jabatannya. Dalam kapasitas sebagai ASN, kata dia, berkaitan erat dengan norma dan kedisiplinan ASN.

“Gerakan-gerakan politik yang sifatnya elektoral sangat mungkin diawasi oleh penyelenggara bahkan bisa mendapat sanksi, yang merusak integritasnya. Pilihan mundur lebih awal, menunjukkan sikap untuk menghindari conflict of interest, sebagai ASN profesional sekaligus sebagai calon politisi,” ujarnya.

Meskipun ASN tidak kehilangan hak politiknya untuk memilih akan tetapi, lanjut Luhur, untuk dipilih sebagai kontestan Pilkada, ia harus mundur sebagaimana dalam Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota

Komentar

Loading...