Demi Keberlangsungan Ekonomi, Pemerintah Diminta Terbitkan Perizinan Resepsi Pernikahan di Hotel

Hasanuddin Leo

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Protokol kesehatan menjadi sangat penting untuk kembali memulai new normal dalam resepsi pernikahan. Sebelum memasuki area resepsi, tamu akan dicek suhu tubuh dan mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer.

Hal tersebut diterangkan Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar Hasanuddin Leo. Pada prinsipnya, resepsi pernikahan baik di gedung pertemuan maupun di hotel belum diizinkan. Namun perlu juga ada pertimbanhan yang harus dipandang pemerintah kota terkait perizinannya.

“Pertimbangannya adalah penularan Covid -19 di Makassar sudah melandai. Lalu dari sisi siklus perputaran ekonomi, tentu akan mengganggu pendapatan daerah,” jelas Hasanuddin Leo di Gedung DPRD kota Makassar, Senin (24/8/2020).

Politisi PAN ini meyakini pihak hotel pasti telah menyusun protap yang ditetapkan pemerintah. Dalam kondisi pandemi seperti ini pula, hotel dituntut inovatif dan kreatif terkait apa yang dikehendaki pemerintah dapat dijalankan.

“Artinya perlu juga pertimbangan, tapi siklus ekonomi juga mesti diperhatikan. Kadang hotel menerima permintaan acara pesta pernikahan, tapi ada batasannya misalnya jumlah tamu dan durasi acara. Ada prosedur protokol kesehatan, termasuk kursi-kursi juga dikurangi,” ucapnya.

“Kalau hotel tidak jalan maka pembangunan tidak jalan. Dari sisi tenaga kerja, jika hotel vakum maka akan terjadi pengangguran. Sementara pemerintah tidak bisa menjamin kehidupan masyarakat. Jauh dari harapan. Jika ada pelanggaran kecil, bisa dimaklumi,” sambungnya.

Komentar

Loading...