Ferdinand ke HTI: RS Sudah di Arab, Kenapa Ngga Dirikan Khilafah di Sana?

Ferdinand Hutahaen (Issak Ramdhani/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) telah dibubarkan pada 2017 lalu melalui SK Ditjen AHU No AHU-30.AH.01.08 /2017. Namun belakangan ini ormas yang muncul dengan konsep Khilafah ini kembali ramai dibicarakan warga net.

Layaknya komunis, HTI bahkan paling ditakuti. Ormas ini disebut-sebut akan mengganti landasan ideologi Pancasila dengan sistem pemerintahan Khilafah.

Orang paling getol menulis sindiran-sindirannya soal HTI, salah satunya adalah politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean. Jika dilihat melalui akun twitternya, anak buah AHY ini tak lelah menyeruakan anti HTI. Padahal Ormas itu telah bubar. Lama.

“Sudah jelas dibubarkan negara berdasar UU, artinya dilarang dan terlarang. Kalau bukan terlarang, ngapain lu dibubarkan? Coba dirikan lagi HTI, bisa tidak? Kalau bisa berati ngga terlarang, kalau ngga bisa artinya terlarang. B*go nih.” Tulis Ferdinand menanggapi sebuah artikel.

Ferdinand menilai apa yang dilakukan oleh sekelompok Banser NU di Rembang terhadap seorang ulama di Yayasan Al Hamidy Al Islamiyah bukan merupakan persekusi. Orang yang menganggap itu persekusi, maka dia punya pemikiran yang penyimpang.

“Yang menyatakan pembubaran HTI dan kejadian di Rembang sebagai persekusi dan wujud hak berserikat terancam, adalah pemikiran menyimpang dan tak wajar. HTI dan khilafahnya terlarang, maka yang menyebarkan melanggar UU No 2/2017.” Tegas dia.

“Bagaimana kalau PKI berserikat lagi, boleh?” Sambung Ferdinand.

Di cuitan lain, Ferdinand mempersilahkan para penyokong khilafah agar ke surga duluan.

“Kira-kira apa tujuan HTI dengan khilafahnya? Surga? Kalau mau masuk Surga, dan merasa sekarang sudah suci benar, mengapa tidak pergi duluan ke Surga? Untuk apa repot bahkan harus berbohong ngurusi Surga orang lain?.” Katanya.

“Kami iklas koq, pergilah lebih dulu kalian, kuasai itu Surga. #HTIOrmasTerlaran” Katanya menambahkan.

Ferdinand menanyakan eksistensi HTI di Indonesia. Dia mengaku heran kenapa HTI tidak menyeruakan khilafah di Arab, tetapi di Indonesia.

“Kenapa ya HTI ini ngga teriak dan coba dirikan khilafah di Arab? kenapa di Indonesia yang jelas beragam agama dan budaya lokal?

“RS (Rizieq Shihab) juga sudah di Arab, kenapa ngga dirikan khilafah di sana? kenap ngga demo di sana kalau ditolak? Kenap ngga dirikan HTI FPI di sana?” ucap Ferdinand. (dal/fin).

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...