KPK Dalami Dugaan Gratifikasi Wahyu Setiawan

Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan, usai diperiksa di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Rabu (15/1). (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku akan mengembangkan uang Rp 500 juta yang diduga penerimaan gratifikasi terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Diduga, uang itu merupakan gratifikasi dari Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan.

“Kita mesti analisa kembali pengetahuan bahwa ada pihak-pihak lain yang juga punya andil dalam pemberian uang kepada Wahyu Setiawan melalui salah satu anggota KPU Tamrin Payopo, yang memang sebagaimana fakta sidang tersebut disampaikan uang itu seumbernya dari Gubernur Papua Barat,” kata Jaksa KPK Takdir Suhan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (24/8). Takdir mengaku, Jaksa KPK masih menunggu salinan putusan dari PN Tipikor Jakarta

“Makanya kami mesti menunggu salinan putusan lengkap untuk kami analisa kembali, untuk menentukan langkah apa yang bisa kami tempuh selanjutnya,” beber Takdir.

Takdir mengungkapkan, akan mendiskusikan bersama tim JPU mengenai pengembangan perkara dugaan suap terhadap Wahyu. Terlebih, Hakim PN Jakpus menyatakan, Wahyu terbukti menerima aliran suap sebesar Rp 600 juta dari Saeful Bahri untuk memuluskan pergantian antarwaktu (PAW) Harun Masiku.

Selain itu, Wahyu juga terbukti menerima gratifikasi sejumlah Rp500 juta dari Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan. Uang itu diduga diserahkan melalui perantara Sekretaris KPU Provinsi Papua Barat, Muhammad Thamrin Payapo.

Komentar

Loading...